Polda Papua Ungkap Peran Buchtar Tabuni di Kerusuhan Papua

Tribratanews.polri.go.idJayapura. Kepolisian Daerah Papua mengungkapkan, aktivis Buchtar Tabuni yang juga Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), telah melakukan tindakan penghasutan dalam aksi massa yang berujung kerusuhan pada 29 Agustus lalu di Jayapura, Papua.

 

“Polda Papua sedang mendalami perannya. Nanti akan kita bongkar,” jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal di Jayapura, Kamis (12/9/2019).

 

Bucthar Tabuni ditangkap polisi di Waena, Abepura, Papua beberapa hari ini. Ia langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Papua.

 

Kabid Humas mengatakan, untuk tahap awal tersangka didakwa Pasal 160 KUHP yaitu tentang penghasutan. “Bucthar Tabuni cukup berpengaruh dalam struktur organisasinya. Oleh karenanya Polda Papua akan mendalami perannya,” ujar Kombes Pol. Kamal.

 

Dalam catatan Suara Pemburuan, Bucthar Tabuni, pentolan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pernah mendirikan International Parliamentarians for West Papua (IPWP) tahun 2008. Organisasi ini bertujuan membatalkan keputusan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang merupakan dasar hukum integrasi Papua ke Indonesia.

 

IPWP diluncurkan di Houses of Parliament, London. IPWP juga bertujuan menggalang dukungan dan kesadaran parlemen internasional untuk gerakan kemerdekaan Papua Barat. IPWP mencontoh grup serupa yang pernah membantu gerakan kemerdekaan Timor Timur.

 

Tak hanya sebagai pendiri IPWP, aktivis Buchtar Tabuni juga menjadi tokoh sentral KNPB. Tujuannya juga sama, berkampanye untuk kemerdekaan Negara Papua Barat. Buchtar juga membentuk Parlemen Rakyat Daerah (PRD) tahun 2009. Buchtar sekaligus mengetuai organisasi ini.

 

Buchtar Tabuni memang dikenal sebagai aktivis Papua yang sangat vokal soal perjuangan kemerdekaan Papua. Tahun 2013, Buchtar Tabuni pernah ditangkap karena rencana aksi demo KNPB dan Parlemen National West Papua (PNWP) selama sepekan lebih di Jayapura untuk mendukung Papua Barat masuk dalam keanggotaan Melanesian Spearhead Group (MSG). MSG merupakan sebuah organisasi antarpemerintah di pesisir Pasifik di antaranya Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Kaledonia Baru.

 

Kombes Pol. Mustofa Kamal mengatakan, aparat keamanan sedang memburu beberapa pelaku lainnya yang terlibat kerusuhan di Jayapura maupun daerah lainnya di Papua. Nama-nama terduga pelaku ini diketahui dari hasil keterangan tersangka yang sudah ditahan maupun saksi-saksi.

 

Py/sw/hy

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password