Polisi Berhasil Amankan 9 Tersangka Illegal Logging

Tribratanews.polri.go.id – Bengkalis. Kepolisian Resor Bengkalis berhasil mengamankan sembilan orang tersangka terkait kasus illegal logging yang berada di kKawasan Hutan Konsesi PT. Sumatera Riang Lestari (SRL), Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Sembilan orang pelaku tersebut merupakan warga Dumai dan Rupat.

Para tersangka, Ada (53), warga Rampang Jaya Rupat, Pal (56), warga Desa Makmur Jaya Purnama Dumai, Ngal (66), warga Kelurahan Tanjung Kapal Rupat, Bud (33), warga Jalan Sunkis Dumai, Had (46), Erw (38), warga Kelurahan Batu Panjanh, Rupat, Bus (36), warga Bukit Kapur Dumai, Pon (45), warga Makmur Jaya Purnama Dumai, dan Isk (20), warga Desa Ketam Putih, Bengkalis.

Mereka diamankan petugas dengan peran yang berbeda-beda seperti pemodal, pembuat jalan, operator mesin gergaji, serta selaku pelangsir kargo.

Selain tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, tiga unit mesin gergaji, lima jerigen berisi bahan bakar, satu jerigen berisi oli bekas, tiga bila parang, HP, sepeda kargo, lima unit sepeda motor, kayu hasil olahan serta broti 1,5 kubik jenis meranti.

“Setelah memperoleh informasi dari masyarakat tersebut, tim kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan sembilan warga berasal dari daerah yang berbeda dan sudah ditetapkan seluruhnya sebagai tersangka. Selain tersangka petugas juga menyita sejumlah barang bukti-buktinya seperti mesin gergaji,” ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, S.I.K, M.H.

Kapolres Bengkalis mengatakan, terungkapnya perkara illegal loging ini setelah memperoleh informasi dari masyarakat, adanya aktivitas penebangan liar di hutan kawasan PT. SRL di Rupat.

“Baru kali inilah menebang kayu di kawasan itu. Kami nggak ada kerja kan, ada orang kampung meminta kayu kemudian kami bikin kayu itu, sekedar untuk cari makan. Modal dari orang kampung, ada yang pesan saya minta uangnya dulu untuk beli bensin sama untuk belanja. Dan kami gak tahu disitu ada larangan ditebang, untuk keperluan kami dan warga kampung. Satu ton upahnya Rp1,5 juta dan kemarin baru keluar 1,5 ton,” katanya.

Sementara itu salah satu warga disangkakan sebagai pemodal, Ada(53) ketika ditemui mengaku, tidak mengetahui bahwa kayu yang di hutan itu dilarang untuk ditebang. Dirinya bersama rekan-rekannya bekerja di kawasan itu sudah sekitar lebih kurang 10 hari lamanya. Dan sebelum ditangkap aparat sempat mengeluarkan kayu hasil olahan sebanyak satu ton.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password