Polda Jatim Ungkap Komplotan Akun Jual Beli Fiktif di Aplikasi Online

Tribratanews.polri.go.id – Surabaya. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim membongkar kasus jual beli online secara fiktif yang dilakukan di salah satu e-commerce.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 14 Januari – 9 April 2018 di dua daerah yaitu Malang dan Kabupaten Tulungangung Jawa Timur.

“Kasus ini melibatkan tersangka berinisial S alias SHB (23) asal Blitar, yang dijadikan tersangka. Sedangkan tersangka CDP (30) asal Kota Malang, tersangka ZNH (32) wanita asal Tulungagung dan AR (41) wanita asal Malang, ketiganya dikenakan wajib lapor,” jelas Kombes Pol. Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Kamis (18/07/19).

Perwira menengah Polda Jatim mengatakan kronologis kejadian tersebut, tersangka S alias SHB pemilik akun tokopedia dengan nama original Mr. Crab (berperan sebagai penjual) bekerjasama dengan tersangka CDP, ZNH, dan AR, (berperan sebagai pembeli), untuk melakukan transaksi juali beli fiktif di website jual beli online dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam bentuk cashback (cashback abuse).

Kabid Humas Polda Jatim  menuturkan, modus operandi terjadi saat Tokopedia membuat promo cashback, tersangka S alias SHB pemilik dan atau pengguna akun di salah satu e-commerce dengan nama original Mr. Crab (berperan sebagai penjual) bekerjasama dengan tersangka CDP, ZNH, dan AR (berperan sebagai pembeli) untuk melakukan transaksi jual beli fiktif di salah satu e-commerce.

“Tersangka CDP, ZNH, dan AR melakukan pembelian voucher indomaret dengan nominal satu juta rupiah, yang dijual dengan harga satu juta sepuluh ribu rupiah, pada akun Tokopedia original Mr. Crab milik tersangka S alias SHB guna memperoleh keuntungan berupa cashback yang masuk dalam saldo toko cash akun tokopedia pemilik akun pembeli dengan nominal 10 persen dari total nominal pembelian,” terang Kombes Pol. Frans Barung Mangera.

Barang bukti yang disita dari tersangka S alias SHB, di antaranya tujuh buah buku rekening tahapan BCA warna biru, 940 buah voucher indomaret nominal Rp 50.000, 960 buah voucher indomaret nominal Rp 25.000, 100 buah voucher indomaret nominal Rp 100.000

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka adalah Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik dan dokumen elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password