MUI Ungkapkan Keprihatinan dan Minta Polri Usut Aktor Intelektual Kericuhan di Bawaslu

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Terkait kericuhan 22 Mei, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku prihatin atas peristiwa aksi unjuk rasa, di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat dan sekitarnya.

Menyikapi hal tersebut MUI meminta Polri untuk segera menindak tegas aktor intelektual dan mengusut otak di balik kericuhan aksi unjuk rasa tersebut.

Menurut Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, tindakan brutal dan anarkis pada aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu tersebut hanya akan menciptakan perpecahan dengan memprovokasi dan mengadu domba di antara elemen bangsa.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi melakukan aksi kekerasan dan tindak pelanggaran hukum lainnya.

Sementara itu, guna mengusut aktor intelektual di balik keberadaan ambulans yang berisikan karung batu dalam aksi 22 Mei, pihak kepolisian telah memintai keterangan 10 orang saksi.

Dalam perkembangan terakhir, masih menurut Dedi Prasetyo, sebanyak 300 orang ditangkap dalam aksi unjuk rasa 22 Mei yang berakhir ricuh di depan Gedung Bawaslu Jakarta. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa di Kantor Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

(af/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password