Ditengah Pengamanan Pengumuman Pemilu 2019, Polisi Ini Viral di Media Sosial

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Beredar foto seorang polisi yang tengah video call dengan anaknya saat pengamanan unjuk rasa 22 Mei di media sosial Instagram mengundang reaksi netter.

 

Salah seorang jurnalis foto Mas Agung Wilis membagikan sebuah foto suasana pengamanan unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, melalui akun instagramnya @masagungwilis pada Rabu dini hari (22/05/19).

 

Pada foto tersebut terlihat dua seorang polisi saling bersandar satu sama lain. Salah seorang polisi terpejam, sedangkan polisi lainnya terlihat memegang handphone, tampak tengah video call dengan anaknya.

 

“Bawaslu sedang ramai. Sementara itu rasa lelah dan rindu rumah memang benar adanya,” caption Mas Agung Wilis.

 

Salah seorang netter @giewahyudi membagikan foto Agung di twitter yang kemudian foto ini viral. Setidaknya, baru 8 jam foto tersebut diunggah sudah mendapatkan 7000 lebih repost dan 290 komentar.

 

Beberapa diantara komentar tersebut menceritakan sanak keluarga mereka yang juga berprofesi sebagai polisi. Tak berbeda dengan pria yang tengah video call dengan anaknya, polisi di seluruh Indonesia tengah siaga.

 

“Hal yg sama yg dilakukan papah,” tulis akun @aiyzhetasiyo sambil membagikan foto ayahnya yang tengah video call dengan anak-anaknya.

 

Bukan hanya di Jakarta, di Solo pun polisi tengah siaga. “Kakakku pun di solo juga udah jaga dari sore hari, padahal puasa, ninggalin anak istrinya dirumah buat jaga,” ucap @lailatiaralail.

 

Kericuhan yang terjadi sejak Selasa (21/05/19) pukul 22.15 WIB ini, bermula saat para peserta aksi mencoba merusak pagar besi di depan Kantor Bawaslu. Mereka berteriak ke arah polisi yang telah menarik diri ke dalam Gedung Bawaslu.

Melihat situasi semakin memanas, polisi berupaya membubarkan kerumunan peserta aksi. Kendaraan taktis polisi (Water Canon) yang telah meninggalkan Bawaslu bahkan kembali didatangkan untuk membubarkan para peserta aksi yang masih bertahan.

 

Sempat terjadi negosiasi antara polisi dan perwakilan pengunjuk rasa. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Harry Kurniawan mendatangi para pengunjuk rasa dan berdialog dengan mereka.

 

“Prinsipnya, pihak kepolisian tidak akan menangkap seseorang jika dirinya tidak bersalah,” tegas Kapolres.

 

Melalui pengeras suara, polisi berulang-ulang mengimbau para peserta aksi dan pengunjuk rasa untuk kembali ke rumah masing-masing dan mengimbau masyarakat agar tidak terlibat aksi provokasi yang dilakukan para pengunjuk rasa.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password