Polres Soppeng Tangkap Tiga Pelaku Narkoba di Tiga Lokasi Berbeda, Satu Diantaranya Seorang Wanita

Artikel, Polres Soppeng Tangkap Tiga Pelaku Narkoba di Tiga Lokasi Berbeda, Satu Diantaranya Seorang Wanita

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng yang dipimpin Kasat Narkoba Iptu Bambang Supriyadi kembali menciduk 3 Pelaku Kasus penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu, Selasa (17/4/18).

Kasat Narkoba Polres Soppeng Iptu Bambang Supriyadi yang dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut, “Penangkapan terhadap ketiga orang yang diduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu berlangsung di 3 lokasi berbeda,” ucapnya.

Pelaku pertama, kata Bambang adalah UN (39), dibekuk di Kel. Ujung Kec. Lilirilau Kab. Soppeng, pelaku kedua, MJ (37) dibekuk dikediamannya di Kec. Taneteriattang Bone, dan pelaku ketiga seorang wanita Inisial HS (38), dibekuk di salah satu perumahan di Kab.Bone.

“Sementara barang bukti yang disita dari ketiga pelaku yaitu 6 (Enam) paket Narkotika jenis shabu dengan berat kotor 7 gram yang dikemas dalam sachet plastik,” jelas Kasat Narkoba Iptu Bambang.

“Ketiga Pelaku sudah ditahan di Polres Soppeng untuk menjalani proses hukum,” tutupnya. (Humas Polres Soppeng)

Dilansir dari aceh.tribunnews.com, menurut data yang dikutip dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, dampak narkoba meliputi dampak fisik, psikologis, sosial dan ekonomi. Dampak fisik misalnya gangguan pada sistem saraf (neorologis): kejang-kejang, halusinasi, dan gangguan kesadaran.

Dampak psikologis berupa tidak normalnya kemampuan berpikir, berperasaan cemas, ketergantungan/selalu membutuhkan obat. Dampak sosial ekonomi misalnya selalu merugikan masyarakat, baik ekonomi, sosial, kesehatan, maupun hukum.

Dampak-dampak yang disebutkan di atas, jelas-jelas menjadi ancaman besar bagi bangsa ini. Bagaimana nasib bangsa ini jika generasi penerusnya adalah generasi-generasi yang bermental narkoba, generasi yang cacat fisik, psikologis, sosial dan ekonomi? Tentulah generasi-generasi ini tidak dapat membangun bangsanya yang juga sedang ‘sakit’.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa narkoba tidak pandang bulu, menyerang siapa saja. Meskipun demikian, yang menjadi target empuk narkoba umumnya adalah generasi muda yang berusia 15-30 tahun. Dari rentang usia itu, usia remaja merupakan usia yang sangat rentan terkena pengaruh narkoba.

Menurut data Mabes Polri yang dimuat dalam buku Kependudukan Prespektif Islam karangan M Cholil Nafis, dari 2004 sampai Maret 2009 tercatat sebanyak 98.614 kasus (97% lebih) anak usia remaja adalah pengguna narkoba.

Mudahnya generasi muda terjerat narkoba tentu saja disebabkan oleh banyak faktor, seperti depresi pekerjaan, masalah keluarga atau orang tua, lingkungan tempat tinggal, dan pengaruh teman sebaya. Khusus kalangan remaja, mereka terjerat narkoba karena faktor coba-coba, teman sebaya, lingkungan yang buruk, orang tua, serta pengaruh media film dan televisi.

Mengetahui kenyataan bahwa kalangan remaja merupakan sasaran empuk terkena pengaruh narkoba, perlu dilakukan tindakan-tindakan preventif oleh berbagai pihak, terutama lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga, dalam hal ini orang tua, merupakan salah satu tempat yang efektif untuk menghalau remaja menggunakan narkoba. Hal ini karena orang tua merupakan ‘sekolah’ pertama anak sebelum terjun ke masyarakat.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password