Tangkal Radikalisme Dengan Pemahaman Pancasila dan Ilmu Agama Yang Benar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Polres Banyuwangi – Serangkaian kunjungan dari Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis, S.H., M.Si., beserta Tim Kakorbinmas di Bumi Blambangan dilanjutkan dengan mengisi kuliah umum di Uniba Banyuwangi dengan tema “Peran ulama, Ormas, dan media dalam menjaga keutuhan NKRI dalam menyambut Pilkada dan Pilpres 2018 – 2019 pada hari Jumat, (5/1) pukul 19.20 Wib.

Kedatangan Kakorbinmas beserta rombongan di salah satu kampus terbesar di Banyuwangi pencetak tenaga pendidik tersebut langsung menuju kantor rektor Uniba dengan disambut oleh Drs. H. Teguh Sumarno., M.M. Rektor Uniba dan jajaran rektorat.

Hadir dalam kuliah umum tersebut selain Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis, juga Kombespol Gamar BS Dirbinmas Polda Jatim, AKBP Donny Adtyawarman, S.I.K., M.Si Kapolres Banyuwangi, Kompol Samsodin., S.H. Kabagops Polres Banyuwangi, AKP Imron., S.H., M.H. Kasatbinmas Polres Banyuwangi, Drs. H. Teguh Sumarno, M.M. dan mahasiswa dan mahasiswi Uniba Banyuwnagi serta awak media lokal Banyuwangi.

Kakorbinmas Baharkam Polri beserta rombongan menuju lantai 3 kampus Uniba Banyuwangi utk mengisi kuliah umum dg tema “Peran ulama, Ormas, Dan Media Dalam Menjaga Keutuhan NKRI Dalam Menyambut Pilkada Dan Pilpres 2018 – 2019.

Acara dibuka dengan pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan sambutan dari rektor Uniba Drs. H. Teguh Sumarno, MM yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan dari Kakorbinmas Baharkam Plri beserta rombongannya di Kampus Uniba Banyuwnagi.

“Kami sangat mengapresiasi dengan apa yang dicanangkan oleh Polres Banyuwangi. Kami sangat berharap dengan pengalaman dan ilmu yang disampaikan oleh Jenderal akan sangat berguna untuk adik-adik mahasiswa,” demikian ucapan terima kasih dan harapan Rektor Uniba.

Selanjutnya Drs. H. Teguh Sumarno menyampaikan bahwa Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten terluas, di Banyuwangi sektor pariwisata sangat banyak dan penduduknya begitu hiterogen dan beraneka ragam namun tetap hidup guyup rukun dalam kebersamaan dan kegotongroyongan, dalm hal berkomunikasi warga Banyuwangi sangat santun.

18644f9f-0b77-485d-93da-c7c4824ec4e8

Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis., S.H., M.Si, Kakorbinmas Baharkam Polri dalam penyampaian kuliah umum tersebut memberikan paparan tentang fungsi Binmas merupakan fungsi pencegahan terhadap tindak kejahatan atau yang berkaitan dengan gangguan Kamtibmas.

Lebih lanjut Irjenpol Arkian Lubis menyampaikan bahwa pentingnya kita melakukan upaya pencegahan terhadap peyebaran paham radikalisme dan  pentingnya menjaga toleransi dalam menjaga kesatuan NKRI karena kalau sebaliknya akan menumbuhkan terorisme.

“Kriteria radikal yaitu mempunyai keyakinan atau ideologi tinggi, menggunakan aksi-aksi kekerasan, mempunyai ikatan kelompok yang kuat dalam menjalankan aksi teror. Beberapa aksi teror di Indonesia berawal dari pemikiran radikal dan tidak memahami Pancasila secara utuh,” terang Kakorbinmas Baharkam Polri tersebut.

Perwira dengan dua bintang dipundak tersebut memberikan contoh kelompok ISIS yang merupakan salah satu kelompok teroris. Kelompok ini sering menggunakan kata-kata/doktrin takfiri (mengkafirkan orang lain) kepada orang yang dianggap tidak sesuai dengan paham kelompok tersebut. Target penyebaran ISIS adalah anak muda melalui media sosial, pertemuan kelompok-kelompok  radikal, baiat lewat dunia maya sehingga bergerak sendiri atau disebut lone wolf.

“Polri telah membuat satuan Cyber Crime yang dibentuk untuk mengatasi kejahatan dunia maya dengan sasaran hoax, penyebaran paham radikal oleh kelompok teroris, ujaran kebencian (hate speech), fitnah dan kejahatan lainnya lewat dunia maya,” terang Irjenpol Arkian Lubis.

Dalam kesempatan tersebut Kakorbinmas juga mengingatkan kepada generasi muda untuk menjauhi yang namanya Narkoba karena bisa mengancam masa depan diri sendiri dan masa depan bangsa. Upaya pencegahan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba tidak bisa hanya diserahkan kepada Polri saja namun memerlukan peran serta dari semua pihak.

“Tidak kalah pentingnya saat ini adalah tantangan ancaman terhadap keberagaman di Indonesia merupakan gambaran nyata yang terjadi akibat pengaruh globalisasi sehingga menyebabkan issue SARA sangat kuat berkembang di masyarakat,” ucap Irjenpol Arkian Lubis.

Faktor pemikiran radikal yang didapatkan dari guru, buku, media dan kelompok radikal merupakan faktor utama dalam berbuat radikal sehingga muncul paham/keyakinan kuat untuk memproklamirkan paham tersebut.

“Terkait dengan paham radikal yang sudah masuk kampus, maka perlu peningkatkan pemahaman Pancasila dan belajar ilmu agama yang lebih tinggi sehigga mahasiswa yang berpaham radikal mengerti dengan pemahaman agama yang benar, upaya pelurusan melalui ilmu dan budi pekerti yang baik. Semua sekolah kita datangi bukan hanya perguruan tinggi saja, namun semua lini pendidikan karena paham radikal bisa datang dari manapun, hal tersebut merupakan salah satu target kepolisian,” tutup Kakorbinmas Baharkam Polri.

Pelaksanaan kuliah umum berjalan aman, lancar, tertib terkendali berakhir pukul 21.25 Wib, sebelum diakhiri dilakukan penyerahan cinderamata oleh  Drs. H. Teguh Sumarno., M.M. Rektor Uniba kepada Irjen Pol. Drs. H. Arkian Lubis., S.H., M.Si. dilanjutkan menyanyikan Lagu Bagimu Negeri. Ditutup doa oleh H. Muhammad, M.Pd.

Penulis : Setyo B.0601 / Humas Res BWI

Editor : Alfian Nurnas

Publish : Setyo Bakti

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password