Bawa Busur Lewat Pos Polisi, Empat Remaja Ini Digelandang ke Kantor Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Lalu Lintas Polres Takalar mengamankan empat orang anak muda yang sedang berboncengan dengan membawa busur di depan Pos Lantas Aeng Batu-batu Galut, Minggu (26/11/17) siang.

Anggota Satlantas yang sedang pengaturan arus lalulintas didepan pos lantas Aeng Batu batu melihat pengendara yang berboncengan 4 degan menggunakan sepeda motor Honda Beat DD 2695 CO warna biru putih kemudian dihentikan tetapi pada saat sebelum berhenti mereka melempar busur.

Adapun keempat pemuda diamankan di Polsek Galut masing-masing Talib (15) seorang buruh bangunan warga Bontopajja Barombong Kab. Gowa, Ikhsan (14) warga Barombong Makassar, Danial Rivaldi seorang nelayan warga Dusun Soreang Desa Tamalate Galut dan  Angga Saputra (15) seorang nelayan warga Dusun Soreang.

Keempat remaja tersebut kedapatan membawa 2 buah pelontar dan 2 biji anak busur. Kini keempatnya diamankan di Polsek Galut untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak dibawah umur di Indonesia disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya pergaulan yang kebablasan, tekanan ekonomi, kepadatan lalu lintas, pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta mudahnya mendapatkan barang terlarang seperti narkotika dan psikotropika.

Dan kita dapat melihat bahwa faktor biologis dalam kasus ini yaitu berasal dari hakekat manusia (anak-anak) sendiri yaitu manusia adalah makhluk biologis yang membutuhkan pangan.

Faktor psikologis di kasus ini yaitu faktor yang timbul dari dalam diri anak-anak itu sendiri yang ingin bergaul dengan orang lain sampai-sampai kebablasan. Lalu dilihat dari Faktor ekonomis yaitu tekanan ekonomi yang di alami anak-anak itu yang mayoritasnya adalah dari keluarga yang mengalami kemiskinan.

Lalu dilihat dari Faktor sosiologis yang mencakup tentang faktor sosial yaitu pertumbuhan penduduk yang tinggi yang menimbulkan kepadatan lalu lintas, sehingga hal ini dianggap menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan kejahatan.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password