Terima Bantuan Kapal Speed C3, Polres Selayar Siap Amankan Wilayah Perairan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapal Speed C3 Bantuan Baharkam Mabes Polri untuk Polres Kepulauan Selayar diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali di Pelabuhan Benteng Kepulauan Selayar, Rabu (04/10/17).

Peresmian ini juga dirangkaikan dengan penyerahan langsung kepada 3 (Tiga) Kapolsek Wilayah Kecamatan Kepulauan, masing-masing Polsek Takabonerate, Polsek Pasimasunggu dan Pasimarannu.

Acara peresmian Penggunaan Kapal Speed C3 ini selain dihadiri oleh Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali juga dihadiri oleh Kapolres AKBP. Syamsu Ridwan, S.IK, Dandim yang Diwakili oleh Mayor. M. Junaid, Kajari Selayar Cumondo Tresno, SH, Ketua PN Selayar dan Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate Ir. Jusman. Hadir juga Wakapolres Kompol Samsuddin, P. SH, Para Kabag, Kasat, Kapolsek dan beberapa Personil Polres Kepulauan Selayar.

Dalam sambutan pengantarnya Kapolres Kepulauan Selayar AKBP. Syamsu Ridwan, S.IK mengungkapkan bahwa Kapal Speed Type C3 ini ditempatkan di Wilayah Polsek Pulau untuk digunakan dalam rangka pengawasan perairan laut Selayar dari kegiatan Ilegal fishing. Beliau berharap agar dengan adanya Kapal Patroli Laut tersebut kinerja Polsek dalam melindungi dan menjaga perairan laut Kabupaten Kepulauan Selayar dapat lebih ditingkatkan.

Sementara itu Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali menyampaikan apresiasi dan penghargaan khususnya kepada Mabes Polri yang telah mengalokasikan bantuan Kapal Patroli untuk Polres Kepulauan Selayar. Beliau berharap agar kehadiran Kapal tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja dalam menjaga dan melindungi wilayah perairan Kepulauan Selayar.

Ia juga berterima kasih Kepada Polres Kepulauan Selayar dan berharap agar komunikasi dan koordinasi dengan Pemkab dan instansi terkait dapat tetap terjalin khususnya dalam menjaga kelestarian laut di Kabupaten Kepulauan Selayar. Di akhir sambutannya Bupati berharap agar dalam upaya pencegahan ilegal fishing selain penegakan hukum juga ditempuh upaya -upaya persuasif pembinaan Nelayan.

Peresmian Penggunaan Kapal Speed C3 ini ditandai dengan pemecahan kendi oleh Bupati Kepulauan Selayar, Kajari Selayar dan Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate yang didampingi oleh Kapolres Kepulauan Selayar. Selain itu penyerahan kepada Polsek ditandai dengan penyerahan Kunci kepada Kapolsek Takabonerate Iptu. Sabaruddin, Kapolsek Pasimarannu AKP. Kaharuddin dan Kapolsek Pasimasunggu AKP. Rahman.

Bantuan Kapal Patroli untuk Polres Kepulauan Selayar merupakan amanah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas di lapangan, khususnya di wilayah perairan dalam penegakan hukum yang merupakan salah satu prasyarat untuk mengantar Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Berbicara penegakan hukum, hal ini masih merupakan pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah. Wilayah perairan Indonesia yang mencapai 72.5% memberi tantangan besar bagi Polisi Perairan, TNI AL dan instansi terkait untuk memastikan kemanan dan perlindungan terhadap yurisdiksi Indonesia.

Praktik Illegal fishing merupakan satu dari sekian pelanggaran yang paling masif dilakukan di wilayah perairan Indonesia. Illegal fishing dilakukan oleh kapal ikan asing yang secara illegal masuk ke dalam wilayah perairan Indonesia, dan melakukan penangkapan ikan tanpa mengantongi izin dari pemerintah.

Praktik ini jelas telah sangat merugikan negara setiap tahunnya, bahkan menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mencapai Rp 240 triliun. Tidak hanya itu, praktik illegal fishing juga menyebabkan kerugian lainnya, yakni kerusakan ekosistem laut.

Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap data mengejutkan, dimana hanya 5,3% terumbu karang Indonesia yang tergolong sangat baik, ementara 27,18%-nya digolongkan dalam kondisi baik, 37,25% dalam kondisi cukup, dan3 0,45% berada dalam kondisi buruk, dimana kerusakan terumbu karang ini sebagian besar disebabkan oleh praktik illegal fishing yang menggunakan sianida dan alat tangkap terlarang.

Ini menimbulkan masalah serius, karena terumbu karang adalah rumah bagi ikan, dan jika kita berlogika secara sederhana saja, keruskan terumbu karang artinya kerusakan terhadap kehidupan ikan itu sendiri. Tentu hal tersebut adalah berita buruk bagi sekitar 2,2 juta nelayan di seluruh Indonesia. Yang dipastikan akan kehilangan mata pencahariannya dapat dilihat bahwa praktik illegal fishing, yang oleh masyarakat internasional telah diklasifikan sebagai transnational and organized crime, dipastikan akan menciptakan sederetan masalah jika kondisi buruk ini tidak segera diselesaikan.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password