Polisi Peduli, Kapolres Sinjai Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Balangnipa

Tribratanews.polri.go.id – Sinjai Sulsel, Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah mendatangi TKP kebakaran rumah untuk memantau langsung proses pemadaman api yang membakar rumah salah satu warga di Jl. Kelapa, Kel. Balangnipa, Kec. Sinjai Utara, Jumat (26/05/17).

Proses pemadaman tersebut dilakukan oleh petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) Pemda Sinjai dibantu personil Polres Sinjai dan masyarakat sekitar. Akibat kebakaran itu rumah berserta isinya tidak ada yang bisa diselamatkan.

PicsArt_05-27-01.50.25

Menunjukkan rasa sosialnya antara sesama, Kapolres Sinjai  memberi semangat dan memotivasi korban dan keluarganya agar tidak trauma dan berkecil hati atas kejadian yang menimpanya.

Korban bernama Akbar (41) seorang wiraswasta berterima kasih kepada pihak kepolisian terkhusus Kapolres Sinjai yang telah pedui dengan peristiwa yang menimpanya.

Dalam kunjungan tersebut Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah bersama beberapa anggota juga memberikan tali asih kepada korban.

“Mudah-mudahan kunjungan dan bantuan ini dapat bermanfaat bagi korban sekeluarga,” ucap Kapolres Sinjai.

Apa yang dilakukan oleh Kapolres Sinjai dengan memberikan bantuan secukupnya kepada korban kebakaran merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Abu Uwais

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Marwan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password