Polda Papua Barat Rilis Penangkapan Tambang Emas Illegal

Tribratanews.polri.go.id-Polda Papua Barat, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si pimpin langsung Press Release Pengungkapan Tambang Emas Ilegal yang telah beroperasi kurang lebih setahun belakangan ini bertempat di Polda Papua Barat, Jumat (5/5) pukul 11.00 wit.

Adapun kronologis perkara, pada hari Jumat (7/4/2017) sekitar pukul 19.00 wit di jalan masuk kampung wariori distrik Masni Kabupaten Manokwari Ketua Tim Sidik I AKP Braiel A. Rondonuwu, S.Ik dan personil Reskrimsus Papua Barat yang dipimpin  oleh Kasubdit IV Tipidter AKBP Junov Siregar,SH,SIk melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana pertambangan yang terjadi di kali Waserawi Distrik Masni Kabupaten Manokwari selanjutnya didapati satu unit kendaraan roda empat yang mengangkut kurang lebih 24 orang selanjutnya dilakukan pengeledahan badan dan kendaraan kemudian ditemukan salah satu penumpang yang bernama AL didapati barang bukti berupa butiran emas sebanyak yang disimpan dalam kemasan  botol sebanyak empat buah, hasil dari kegiatan penambangan emas di kali Waserawi Distrik Masni Kabupaten Manokwari yang tujuan akan diserahkan kepada tersangka JM. Dilanjutkan  pukul 22.00 wit Tim melakukan pengembangan terhadap saudara JM di rumahnya di SP 3 jalur 2 Prafi Kabupaten Manokwari kemudian ditemukan barang bukti berupa nota penjualan emas kepada saudara RL sebanyak 2.130.7 gram, peralatan pengolahan atau pemurnian emas, butiran berwarna kuning diduga emas seberat 45,56 gram dan sejumlah uang tunai sebesar Rp.765.000.000. Dilanjutkan pukul 23.30 wit tim melakukan pengembangan terhadap saudara RL di ruko SP 4 jalur 8 Prafi Manokwari ditemukan bb berupa lempengan berwarna kuning  diduga emas sebanyak 2.697 gram, uang tunai sebesar Rp 160.240.000, nota belanja emas, buku catatan belanja dari grup penambang emas.

WhatsApp Image 2017-05-05 at 12.23.57

Kronologis perkara pada hari Sabtu (22/4/2017) sekitar pukul 09.00 wit, di Jalan Poros Pinrang Rappang kampung Simae kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap Kabupaten Sidrap provinsi Sulawesi Selatan, dibawah pimpinan Kasubdit IV A. Rondonuwu,SIk dan personil reskrimsus Papua Barat dibawah pimpinan melakukan penggeledahan rumah milik tersangka HSB tersangka tengah memperbaiki peralatan memurnikan emas didapur rumah dan ditemukan beberapa peralatan memurnikan emas. Hasil pengembangan dari tersangka HSB, sekitar pukul 17.30 wit tim mendatangi toko emas Rejeki yang berada di jalan Tasinrang nomor 161 kelurahan Lakesi kecamatan Soreang kota Pare – Pare  Sulawesi Selatan untuk melakukan penangkapan terhadap saudara SF. Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukan perakit emas serta 61 gelang bayi, 13 pasang anting anak- anak, 3 buah cincin ukuran orang dewasa, 1 buah cincin bayi, 2 buah mesin plong untuk membuat anting dan cincin bayi, 2 buah mesin slep, untuk membuat motif gelang dan satu buah mesin rol untuk mencetak gelang dan cincin.

WhatsApp Image 2017-05-05 at 12.23.57(1)

Dilanjutkan pada hari Rabu (26/4/2017), dilaksanakan penangkapan terhadap tersangka AH di Jalan Sumbu Opu Nomor 69 Kelurahan Bolu Gading, kecamatan Ujung Pandang Kota Makasar. Ditemukan barang bukti satu unit laptop untuk melakukan transaksi pembelian emas kepada saudara RL, satu buah liontin emas ukuran orang dewasa, satu buah cincin emas yang berisi mutiara, satu pasang antin ukuran bayi, dan satu buah buku tabungan bank Mandiri berinisial AH.

WhatsApp Image 2017-05-05 at 14.56.27(4)

Dalam rangka penyelidikan telah dilaksanakan uji laboratorium terhadap barang bukti diduga emas dari tersangka AL, JM,RL, dan air keras tersangka HSB di Laboratorium Forensik Polri cabang Makasar dan sementara menunggu hasil uji tersebut. Telah dilakukan pemeriksaan ahli yaitu ahli pertambangan dinas energi sumber daya mineral dan ahli hukum pertambangan  Universitas Hasanudin Makasar.

Pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka AL,JM, RL, HSB, SF, dan AH yaitu tindak pidana telah menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengankutan, penjualan bahan mineral, dan batu bara yang bukan dari pemegang IUP,IUPK, atau, izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 43 ayat (2), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1),pasal 81 ayat (2), pasal 103 ayat (2), pasal 104 ayat (3) atau pasal 105 ayat 1 UU Nomor 4 tahun 2009 dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 milyar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 161 jo. 164 UU RI No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara jo pasal 55 ayat (1)  kesatu KUHP.

Penulis : Putu Wredhi
Editor : Umi Fadilah
Publish : Putu Wredhi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password