Tribratanews.polri.go. id, Polda Kalbar Polres Sintang – Diduga mengantuk, Eronimus Zainal seorang pengendara mobil Pick Up KB 8046 RL menabrak empat sepeda motor yang berlainan arah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kecelakaan lalu lintas ini. Namun, lima korban dinyatakan luka berat dan disarankan dirujuk ke Pontianak, Rabu (26/04/2017).pagi

Kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Saat itu, mobil Pick Up yang dikemudikan oleh Zainal melintas dari arah Sintang menuju Pontianak. Tiba di Jalan MT. Hariyono, Kilometer 4, Kelurahan Kapuas, Kecamatan Sintang Zainal berusaha menyalip kendaraan di depannya dari sebelah kanan.

Dengan kecepatan 80 kilometer/jam, Zainal menyalip kendaraan lainnya. Nahas tak dapat terelakkan. Kecepatan kendaraan sulit untuk dikendalikan itu justru berakibat fatal terhadap kendaraan roda dua yang ada di hadapannya. Saat menyalip itulah, tabrakan tak dapat dihindarkan. Sebelum menabrak Canopy  bengkel dan kios, mobil tersebut menubruk empat sepeda motor yang ada di hadapannya.

“Saat hasil lidik sementara, pengemudi rota empat, mengakui dia ngantuk sehingga terjadi kecelakaan, melibatkan empat kendaran roda dua, tentu saja arahnya berlawanan. Roda empat dari arah pontianak menuju sintang,” kata Kasatlanta Polres Sintang, AKP Anton Satriadi,SIK

Akibat dari kecelakan tersebut, sembilan orang dilarikan ke rumah sakit Ade Muhammad Djoen Sintang. Akp Anton menyebut, empat orang mengalami luka ringan dan lima orang lainnya luka berat. “Yang luka berat disarankan rujuk ke Pontianak, tapi itu tergantung kesepakatan keluarganya,” sebut mantan Kasat lantas Polres Singkawang ini.

Menurutnya, korban rata-rata dari pengemudi sepeda motor dan yang diboncengnya, sementara Zainal, pengemudi Pick Up juga mengalami luka berat. Diungkapkan pula, pengemudi roda empat ini akan diamankan untuk proses penyidikan. “Untuk penangan perkara kami melakukan sesuai SOP, penyelidikan dan penyidikan. Kalau sudah lengkap, masuk ke tahap penyidikan akan ke ranah hukum. Kami juga memberi masukan pemilik roda empat meyambangi para korban tersebut agar tingkat kemarahan tidak tinggi. Kita cari jalur amannya dulu baru nanti nanti masuk korban,” jelasnya. Anton mentaksir, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas ini, lebih kurang 10 juta rupiah.

Lebih jauh Kasat Lantas Polres Sintang ini menyampaikan bahwa sampai saat ini selama tahun 2017 telah terjadi 17 Insiden Lakalantas dan Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu Pick Up dan empat sepeda motor itu menambah deretan panjang inseden Lakalantas yang ditangani Polres Sintang. Sepanjang 2017, Satlantas mencatat, sebanyak 17 insiden kecelakan terjadi di jalan raya Sintang. Akibatnya, tujuh orang meninggal dunia di jalanan.

Dari 17 total keseluruhan itu banyak terjadi di bulan Maret yang mencatat hingga naik 100 persen dari bulan sebelumnya. Total kerugian material akibat Lakalantas tersebut hingga 54 juta rupiah.

Kasat lantas Polres Sintang, AKP Anton Satriadi membeberkan, dari 17 insiden kecelakaan tersebut, 19 orang mengalami luka berat dan 18 orang luka ringan. “ Tujuh orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Dikatakan pula, angka Laka lantas tiap bulannya mengalami naik turun. Bahkan, ada yang naik hingga 100 persen lebih. Seperti yang terjadi di bulan Februari ke Apri. “Naiknya 100 persen lebih. Dari hasil pemeriksaan, rata-rata penyebabnya faktor human eror (kesalahan manusia-red),” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan Akp Anton, prilaku berkendara masyarakat di Sintang masih banyak ditemukan etika berkendara masih kurang. Dia mencotohkan, setiap pengendara yang keluar dari gang, seharusnya bisa memastikan pengendara lain di bekalangnya, namun ini justru banyak diindahkan.

“Setiap pengendara keluar gang main keluar saja, tidak lihat kiri kanan, itu paling mudah terjadi kecelakan,” ungkapnya.

Kasat Lantas juga menyanyangkan prilaku berkendara masyarakat yang kurang empati terhadap pengendara lain. Sehingga, berkesan men

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password