Komitmen Berantas Peredaran Narkoba, Polres Bone Ciduk Petani Pengguna Sabu

Artikel-Komitmen-Berantas-Peredaran-Narkoba-Polres-Bone-Ciduk-Petani-Pengguna-Sabu-768x432

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Bertempat di perkuburan Kalokkoe Kelurahan Bukaka Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, Tim Opsnal Khusus Polsek Tanete Riattang jajaran Polres Bone dipimpin Aiptu Tahir telah mengamankan seseorang yang diketahui bernama Nurdin (46) warga Dusun Ujung Salangketo Desa Usto Kecamatan Mare Kabupaten Bone. Selasa (4/4/17).

Nurdin yang kesehariannya berkerja sebagai petani tersebut di tangkap petugas berpakaian preman lantaran kedapatan menyimpan dan menguasai Narkotika berbahaya (Narkoba) jenis shabu.

berawal saat salah seorang anggota Tim Opsnal menyamar dan berpura-pura untuk membeli shabu, Nurdin yang tak menaruh curiga lalu mengantarkan barang haram tersebut dan bertemu di perkuburan Kalokkoe Kelurahan Bukaka.

Saat hendak melakukan transaksi, petugas lainnya yang melakukan pengintaian kemudian menyergap Nurdin dan dari tangan pelaku, aparat berhasil menyita barang yang dikemas rapi dalam kantong keresek warna hitam yang diduga berisi shabu.

Pada saat pelaku dimintai keterangan oleh pihak penyidik Polsek Tanete Riattang, pelaku mengakui dan mengatakan, “Iyye Pak (sabu) utiwi lokka mai di Bone loka pakei pabbura peddisi gare (iya pak benar saya dari Mare ke Bone bawa shabu untuk saya pakai karena obat sakit gigi katanya, red),” ujarnya dalam bahasa bugis.

Kapolsek Tanete Riattang, Kompol H. Syamsu Alam yang ditemui di halaman Mapolsek mengatakan, bahwa proses penangkapan pelaku berawal dari adanaya laporan warga yang mencurigai, Nurdin sebagai pengedar shabu.

Selain shabu yang disita aparat seberat 33 gram, satu unit sepeda motor honda Beat warna merah No.Pol DD 4367 VT dan sebuah dompet berisi uang tunai sebesar Rp 996.000 yang diduga uang hasil penjualan shabu juga turut di sita petugas.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Narkoba Jika diisap, atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa zat itu ke otak. Narkoba (narkotik, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hukum atau melanggar hukum.

Oleh  karena itu, penggunaan, pembuatan, dan peredarannya diatur dalam undang-undang. Barang siapa yang menggunakan dan mengedarkannya di luar ketentuan hukum, dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman denda.

Napza (narkoba, psikotropika, zat akdiktif lain) adalah istilah dalam dunia kedokteran. Di sini penekanannya pada pengaruh ketergantungannya. Oleh karena itu, selain narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza adalah juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur dalam undang-undang, tetapi menimbulkan ketergantungan, dan sering disalahgunakan.

Penulis : Hendrik P

Editor : Umi Fadilah

Publish : Hendrik P

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password