Sosok Polisi Peminggul Karung di Mesuji Lampung

Tribratanews.polri.go.id, Polres Mesuji – Sosok Polisi Lalu Lintas selama ini seringkali dianggap sebagai momok di mata masyarakat, terutama bagi para pengendara yang tidak taat peraturan. Namun anggapan tersebut tidak berlaku di Mesuji. Karena, satuan Lalu Lintas Polres Mesuji memiliki seorang anggota yang bisa menghilangkan anggapan dan citra negatif di mata masyarakat tersebut. Dialah Aiptu Suprianto, Pria jawa yg lekat dengan logat Bahasa jawanya ini tak segan-segan mengangkat karung berisikan padi pada saat evakuasi mobil yang tergelincir di lokasi banjir desa Agung Batin, Selasa, (14-3-17). Supri tidak menyadari kalau tindakan yang di lakukannya itu di abadikan oleh Lasat Lantas Polres Mesuji AKP. Reza Khomeini, SIK. Reza menuturkan bahwa momen-momen seperti ini merupakan hal yang seringkali dilakukan oleh personel Polres Mesuji, karena suatu bentuk kewajiban Polri untuk melayani masyarakat, namun jarang ada pihak yang mengabadikannya.

Supri dilahirkan di Solo Jawa Tengah, 38 tahun yang lalu. Pria yang dikenal dengan sikap humoris, sederhana dan periang ini adalah Lulusan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Lido Jakarta 18 Tahun yang lalu. Dia mengawali karirnya di kesatuan unit Sabhara Polres Tulang Bawang dengan pangkat Bripda. Enam bulan berada di unit Sabhara, setelah itu ia ditugaskan di kesatuan Lalu Lintas Polres Tulang Bawang selama 10 tahun. Setelah Mesuji berpisah dari kabupaten Tulang Bawang dan memiliki Polres sendiri, Aipda Supri pun mengabdikan diri di Satlantas Polres Mesuji, hingga kini kurang lebih telah tujuh tahun bertugas di Bumi Serasan Segawe.

Bintara yang beralamatkan di Bandar Jaya Timur RT.08 RW. 03 Terbanggi Besar ini memang sejak kecil sudah bercita-cita menjadi anggota polisi. Menurut Supri, Memiliki kesempatan untuk mengabdi kepada negara dan memberi pelayanan terhadap masyarakat adalah suatu kebanggaan tersendiri. Saat diwawancarai, Aipda Supri sempat bercerita tentang suka duka menjadi anggota kepolisan, salah satunya adalah berada jauh dari keluarga. “Anak istri saya di Bandar Jaya. Kalau dibilang kangen ya itu pastilah, Namanya jauh dari anak istri. Tapi mau bagaimana lagi lah wong saya sudah teken kontrak dengan negara sampai 58 tahun, jadi saya pulang kerumah satu minggu atau paling lama sepuluh hari sekali”, ujarnya. Disinggung mengenai tempat tinggal di Mesuji, Bripka Suprianto sambil tersenyum mengatakan bahwa saat ini dia menumpang di salah satu rumah makan di wilayah tersebut. “Saya dulu tinggal di rumah dinas, tapi sekarang numpang di rumah makan Ngawi karena banyak anggota datang dan Polres masih baru. Jadi saya memilih untuk numpang di rumah makan ngawi. Lumayan bisa ngirit, tidak bayar sewa jadi bisa ngasih uang jajan lebih sama anak”, imbuh Supri sambil tersenyum.

Penulis: Irsal47/Mikho22 : Editor: Iqbal96

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password