Kasus Social Kichen di Solo : Polri Mengamankan Acara Audiensi Istri-Istri Terdakwa dengan Kejaksaan Negeri Solo

IMG-20170314-WA0086

Tribratanews.polri.go.id Polresta Surakarta. Untuk yang kedua kalinya audiensi ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 14 maret 2017 jam 10.30 wib tempat di Kejaksaan Negeri Surakarta .Audiensi ini adalah antara keluarga tersangka pengrusakan Social Kitchen Banjarsari Surakarta dengan Kejaksaan Negeri Surakarta. Pertemuan dari pihak keluarga yang datang sebanyak 8 orang ibu2 dan di dampingi oleh Kurniawan SH, Ahmad sigit dan Amirudin.

Sedangkan dari pihak Kejaksaan Negeri Surakarta ditemui langsung oleh Ketua Sumarjo, SH .MH , Kasi Pidum Bambang saputra ,SH. MH, Kasi Intel Kurniawan SH MH.
Adapun inti pertemuan atau audiensi ini adalah meminta jawaban atas pertanyaan yg telah di ajukan pada hari Jum’at tanggal 10 maret 2017 (Audiensi pertama).Atas pertanyaan para audien yang semuanya adalah Istri-istri terdakwa kasus Sokitc Kajari Surakarta menerangkan sbb :
– Sudah ada fatwa MA bahwa berkas dilimpahkan di PN Semarang dan sidang di PN Semarang. Apabila keadaan Kota Solo kondusif bisa mempertimbangkan di alihkan ke Solo.

– Saya akan mempercepat untuk di sidangkan dan pengalihan penahanan sudah wewenang dari pengadilan

– Di Informasikan bahwa untuk hari ini sudah pindah dari Rutan Polda Jateng ke Rutan Kedung Pane Semarang.

Menanggapi penjelasan dari Kejaksaan pibak Keluarga terdakwa mempertanyaan :
-Berarti untuk penahanan dan sidang tidak jadi di Solo dan langsung di jawab tegas oleh kajari ” Tidak “. Kenapa keluarga sampai saat ini belum menerima tembusan perpanjangan penahanan ? Dan Kajari menjawab : ” Kalau tembusan perpanjangan penahanan itu dari Kajati, Kajari Solo akan mengusahan surat perpanjangan itu untuk di berikan pada pihak keluarga. Kembali pihak.keluarga meminta di sidangkan di Solo, Jawab Kajari Itu merupakan pertimbangan pimpinan dan saya tidak bisa menentukan.

Dari pihak pendamping Ahmad Sigt juga mempertanyakan kenapa penetapan penahanan dari PN Solo tidak dilaksanakan malah diganti penitipan penahanan dari PN Solo ke Rutan Polda. Dengan tegas Kajari menjawab untuk menghindari hambatan-hambatan yang dapat mengganggu proses peradilan maka dilakukan penitipan penahanan. Kajari berharap kita saling mendukung demi lancarnya proses hukum.

Pertanyaan dari pendamping lain Ahmad Sigit adalah Apa alasan sidang dan ditahan di Semarang padahal keamanan Solo tidak ada masalah dan apakah Kejaksaan mempunyai kepentingan . Kajari menjawwb itu pertimbangan pimpinan dan saya tidak dapat menentukan . Ahmad Sigit meminta agar keluarga tidak di ping pong dengan jawban yang ngambang tentang tembusan perpanjangan penahanan yg belum diterima keluarga dan meminta untuk besok Kejaksaan sudah ada surat tersebut.

Maslah ini di jawab oleh Kasipidum bahwa akan kami usahakan secepatnya mudah mudahan besok sudah ada Sementara dari Luis menyatakan : Sebenarnya tadi laskar mau kesini semua karena diterima dng baik oleh pihak Kejaksaan maka laskar kami suruh mundur. Luis juga menyatakan kalau sidang dilaksanakan di Solo maka Luis komitmen untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik dan tidak masuk ke ruang sidang.

Audiensi berjalan lancar dan para peserta keluar meninggalkan Kejaksaan dengan aman nyaman dan tertib.
Mengatisipasi hal hal yang tidak di inginkan Polsek Jebres dan Polresta Surakarta menerjunkan Ratusan Personel dan tim Negosiator Polwan karena rencana mereka akan mengerahkan masa sekitar 2.500.orang .

Kasus Sock ini termasuk kasus yang rawan karena melibatkan puluhan  terdakwa dari  tokoh tokoh Islam yang berhaluan keras di Sololo. Berkat pendekatan dan penggalangan mereka tidak jadi datang dan suasana kondusif.
Penulis : lilik Jebres
Editor   : Kang Iqbal96
Publish : Sumarjo

Admin Polri56290 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password