Bencana Tanah Gerak di Prambon Trenggalek : Cerita Sang Bocah di Kamp Pengungsian

Tribratanews.polri.go.id – Polres Trenggalek, Masyarakat terdampak bencana alam tanah gerak di Desa Prambon Kecamatan Tugu masih mendiami tenda pengungsian. Pemkab Trenggalek dalam hal ini Dinas Sosial, BPBD dan Tagana telah mengambil langkah-langkah strategis diantaranya mengundang tim ahli geologi untuk memastikan dampak tanah gerak serta menyiapkan dapur umum guna mencukupi kebutuhan makan sehari-hari para pengungsi.

Berdasarkan catatan terakhir, sedikitnya 47 orang terdiri dari 11 pria dan 32 wanita serta 4 orang anak tidur dan menempati tenda pengungsian, sementara penduduk lainnya memilih tinggal sementara dengan sanak keluarga terdekat.

(Baca juga : Bencana Tanah Gerak di Trenggalek : Warga masih Bertahan di Lokasi Pengungsian, Bantuan terus Mengalir)

Guna memberikan motivasi dan memompa semangat, Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, S.I.K, M.Si bersama Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek, Ny. Selvi Donny Adityawarman berkenan meninjau dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.

Hadir pula pejabat utama Polres Trenggalek, Muspika Kecamatan Tugu, pengurus Bhayangkari Cabang Trenggalek dan Ranting Tugu, perangkat desa dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Donny berharap kehadirannya bersama rombongan dapat membawa suasana yang berbeda serta mengurangi gundah gulana dan kesedihan akibat bencana alam yang menimpa para pengungsi.

Lebih lanjut AKBP Donny juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada segenap anggota TNI, Polri, Tagana, Dinsos, BPBD dan semua yang telah mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana tersebut.

“Kami semua hadir dan siap membantu warga yang mendapat cobaan, semoga semua segera terselesaikan dan warga dapat beraktivitas normal kembali” ujar AKBP Donny di hadapan para pengungsi.

Sebagai hiburan, Polres Trenggalek bekerjasama dengan Dinas Pendidikan telah menyiapkan bioskop mobil yang memutar film nasional.

Kehadiran Kapolres Trenggalek beserta rombongan tentu memberi kesan tersendiri bagi para pengungsi. Kapolres Trenggalek juga berbaur dan berbincang langsung dengan masyarakat untuk mengetahui keluh kesah dan kesulitan yang dialami para pengungsi.

Dalam satu kesempatan, Kapolres muda ini nampak berbincang dengan seorang bocah anak salah satu warga yang tinggal di tenda pengungsian.

Wes sekolah le, kelas piro (sudah sekolah nak, kelas berapa) tanya AKBP Donny yang dijawab dengan senyum malu sang bocah.

Kelas sekawan (kelas empat)”, jawab sang bocah.

Saat ditanya cita-citanya nanti kalau sudah besar, sang bocah menjawab bahwa ia ingin menjadi Polisi. Penasaran, AKBP Donny pun balik bertanya alasannya mengapa ingin jadi polisi.

Kersane saget nonton bioskop terus (agar bisa nonton di bioskop terus)”, jawab sang bocah dengan polos sambil menunjuk layar besar di depannya.

Kontan saja semua yang hadir tertawa mendengar jawaban sang bocah.

Untuk meramaikan suasana, orang nomor satu di Polres Trenggalek itu juga membuat kuis bagi anak-anak. Dan yang berhasil menjawab diberikan hadiah istimewa. Anak-anak pun berebut menjawab pertanyaan yang diberikan AKBP Donny.

“Kulo (saya) pak, kulo (saya) pak… “, ujar anak-anak sambil mengacungkan tangan.

AKBP Donny menuturkan, kehadirannya bersama rombongan sengaja ingin membangun semangat para pengungsi untuk sejenak melupakan musibah yang menimpa mereka.

“Mereka saudara kita juga, wajib kita ayomi dan kita lindungi. Apalagi dalam keadaan kesusahan seperti sekarang ini”, pungkas AKBP Donny.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password