HASIL OPERASI PEKAT KRAKTAU 2016 POLRES TANGGAMUS LAMPUNG : Polres Tanggamus, Ungkap 60 Kasus dan Amankan 30 Tersangka

‎Lampung – Selama pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) Krakatau 2016, Polres Tanggamus mengungkap 60 kasus dengan total 30 tersangka.

Dalam pers rilisnya, Kamis (22/12), Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora mengatakan, sasaran Ops Pekat adalah pelanggaran hukum berupa miras, narkoba, perjudian, premanisme, prostitusi, pornoaksi/pornografi, dan peredaran petasan.

Dalam operasi ini, Polres tanggamus yang membawahi dua kabupaten tanggamus dan pringsewu mengklasifisikan ungkap menjadi dua kategori, yaitu kategori Target operasi (TO) dan non TO. Kasus peredaran minuman keras (miras) berbagai jenis menduduki peringkat teratas dengan 38 perkara. (TO) sebanyak 16 kasus, berhasil diun‎gkap 15 kasus, dengan persentase 93,30 persen.

“Berdasarkan hasil rekapitulasi target TO dan non TO, ungkap miras sebanyak 38 kasus, peredaran petasan, perjudian, dan penyalahgunaan narkoba masing-masing 4 kasus, prostitusi dan pornoaksi/pornografi masing-masing 3 kasus, perjudian dan premanisme masing-masing 2 kasus. Total keseluruhan hasil ungkap TO dan non TO sebanyak 60 kasus. Keberhasilan kami ini juga tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat yang peduli dengan kamtibmas sekitar,” ujar AKBP Ahmad Mamora, didampingi Wakapolres Kompol Budhi Setyadi dan Kabag Ops Kompol Aditya Kurniawan.

Dari jumlah ungkap kasus itu, jelas kapolres, total tersangka yang diamankan seba‎nyak 68 orang. Rinciannya tersangka perjudian 4 orang, tersangka premanisme 2 orang, prostitusi 15 orang, pornoaksi/pornografi 3 orang, petasan 4 orang, dan penyalahgunaan narkoba 3 orang. Khusus untuk kasus peredaran miras, tidak ada tersangka yang diamankan. Hanya semua barang bukti yang disita. Uungkap kasus beserta tersangkanya tersebut, berasal dari razia di Tanggamus dan Pringsewu.

“Selain tersangka, kami juga menyita berbagai macam barang bukti. Antara lai‎n kasus miras berupa 1.215 botol miras berbagai jenis dan 1.645 liter tuak. Lalu barang bukti dari kasus premanisme antara lain 2 bilah senjata tajam, 1 pucuk senjata airsoft gun merek Colt Defender, 1 pucuk senjata api (senpi) rakitan. Lalu kasus peredaran petasan, disita 5.840 butir jenis mercon korek. Dan penyalahgunaan narkoba disita 6,3 gram sabu-sabu, 22 butir ekstasi, 14 paket sabu-sabu, dan 1 buah bong,” beber kapolres seraya menunjukkan berbagai jenis barak bukti yang telah disita.

Lanjut AKBP Ahmad Mamora, operasi Pekat mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, yang didukung penegakkan hukum serta deteksi dini dalam rangka penanggulangan penyakit masyarakat (pekat). Seperti perjudian, prostitusi, minuman keras, serta gangguan kamtibmas lainnya.

Tujuan dari operasi pekat, menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Tanggamus dan Pringsewu menjelang hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, dengan menekan tindak kriminal dan penyakit-penyakit sosial masyarakat.

“Berbicara tujuan dan sasaran, tentu dibutuhkan cara bertindak anggota di lapangan yang harus terorganisir secara baik guna mencapai hasil yang maksimal,” tegas Kapolres (NN).

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password