Lantaran Takut Suaminya Kepincut, Ibu-ibu Warga Kriyan Berunjuk Rasa

tribratanews.polri.go.id JOGJA – Ibu-ibu Pedukuhan Kriyan desa Karangwuni Wates Kulonprogo melakukan aksi unjuk rasa menuntut dua wanita yang berprofesi sebagai LC (Ladies Companion) yang tinggal di kos-kosan setempat untuk meninggalkan desa, lantaran ibu ibu Pedukuhan Kriyan takut dengan prilaku kedua wanita tersebut menggoda suami mereka, Selasa (7/3/2017).

Anggota bhabinkamtibmas desa Karangwuni Aipda Sri Mulyanto yang mendampingi adanya aksi demo bersama Babinsa dan tokoh masyarakat berembug dan menghasilkan kesepakatan dan kedua wanita yang berprofesi LC bersedia meninggalkan Pedukuhan Kriyan.

Menurut Aipda Sri Mulyanto saat dikonfirmasi menjelaskan Ibu-ibu warga pedukuhan Kriyan merasa resah dengan kehadiran dua wanita yang baru satu minggu menetap di kos-kosan milik Suk alias Pait. ”Ibu-ibu warga pedukuhan Kriyan menuntut kedua wanita tersebut angkat kaki dikarenakan kerap keluar rumah kos menggunakan pakaian yang minim” ujar Aipda Mulyanto.

Lanjut Aipda Mulyanto menambahkan melalui peran polisi sebagai pemecah masalah yang timbul di masyarakat, mengajak anggota Babinsa dan beberapa tokoh masyarakat untuk bermusyawarah menyelesaikan masalah tersebut, sehingga menghasilkan sebuah kesepakatan kedua wanita penghuni kos-kosan tersebut bersedia meninggalkan desa.

c053f8a7-99d8-4bfa-9a37-9806860bc545Hal ini dibenarkan oleh Kasminah salah satu warga yang mengikuti unjuk rasa, ”Meskipun belum terpengaruh tapi kami mencoba mengantisipasi. Dengan adanya keputusan ini setidaknya kami bisa sedikit lega,” ujarnya.

Kemudian Kasminah menambahkan kehadirannya dalam kurun waktu seminggu ini sering membuat kebisingan dimalam hari, setiap malam kerap keadatangan tamu laki-laki dan perempuan dan menyalakan musik bervolume keras sehingga sangat mengganggu.

penulis : Bium
sumber : berbagai sumber
editor : Iqbal96
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password