Ini Pesan Ny. Rinny Yazid Fanani kepada Anggota Bhayangkari dan Polwan

tribratanews.polri.go.id – Polda Jambi, Bidang Humas Polda Jambi melaksanakan Wawancara Eksklusif bersama Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Jambi terkait Tugas dan Fungsi Bhayangkari serta Sebagai Ibu Asuh Polwan Polda Jambi

Dalam Kesempatan ini Bripka Indra Gunawan Anggota Bidhumas Polda Jambi menanyakan beberapa pertanyaan/permasalahan terkait Tugas dan Fungsi Ketua Bhayangkari dan Ibu Asuh Polwan serta Harapan Bhayangkari / Polwan di kemudian hari

wefwefwefwe
Wawancara Eksklusif Ketua Bhayangkari Daerah Jambi

Inilah Penjelasan dari Ketua Bhayangkari Daerah Jambi Ny. Rinny Yazid Fanani :

Q : Seperti apa fungsi dan tugas Ibu sebagai Ketua bhayangkari sekaligus Ibu Asuh Polwan?

A: Terimakasih atas waktu dan kesempatan untuk kegiatan wawancara ini.   Dalam kapasitas saya sebagai istri kapolda ada beberapa peran dan tanggung jawab yang harus dijalankan yaitu pertama sebagai Ketua Bhayangkari Daerah Jambi, Ketua dari isteri isteri Polri yang bertugas di daerah Jambi dalam wadah organisasi Bhayangkari yang bergerak dibidang sosial, pendidikan dan kebudayaan serta organisasi. Yang kedua sebagai  Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari  Daerah Jambi, Tugas saya adalah bertanggung jawab untuk mengelola sekolah atau kegiatan usaha yang dimiliki oleh Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Jambi.  Kegiatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan anggota bhayangkari dan keluarga. Sebagai isteri Kapolda, ada peran lain yang berkaitan dengan Polwan yaitu Ibu Asuh  bagi polwan Polda Jambi dan jajaran. Tugas sebagai Ibu Asuh lebih pada pengasuhan, mengarahkan, membantu para Polwan berkaitan dengan tugasnya agar lebih optimal.  Tentunya menjalankan peran-peran ini haruslah  segaris dengan program kerja Bhayangkari,  Kebijakan Bapak Kapolda yang dalam hal ini sebagai Pembina  Bhayangkari dan Penasehat Yayasan Bhayangkari. Dalam kapasitas saya sebagai Ibu Asuh Polwan Polda Jambi dan Ketua Bhayangkari Daerah Jambi saya bersyukur karena peran perempuan di Indonesia terlihat dan dapat dirasakan eksistensinya. Kalau boleh kita mengacu pada budaya nasional, maskulin-feminin, kolektif-individual. Indonesia menerima kelompok feminin untuk dapat setara dengan laki laki. Bapak Presiden Joko Widodo mendapatkan penghargaan dari PBB dimana Beliau menempatkan 9 menteri dalam susunan kabinetnya adalah perempuan. He for She.  Pada Peringatan Hari Ibu di tingkat Nasional, Bapak Presiden menilai evaluasi kerja para menteri Perempuan cukup  bagus, kondisi ini menjadi inspirasi bagi para perempuan di Indonesia termasuk  Para Polwan yang berada dilembaga  Polri khususnya Polwan Polda Jambi untuk berprestasi.  Kemudian bagi Bhayangkari juga banyak peluang dan kesempatan untuk berkarya di semua bidang. Banyak Bhayangkari kita yang  bekerja   pada Kementerian, Lembaga maupun Daerah seperti Bupati, Camat dan Lurah.  Untuk itu kesempatan ini menjadi peluang besar bagi Polwan Polda Jambi maupun bagi Bhayangkari untuk terus  berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

Q : Menurut pandangan ibu sebagai ketua bhayangkari, apa pendapat ibu tentang bhayangkari yang ada dijambi dan polwan yang ada dipolda jambi

 A : Pendapat saya, pertama, saya sangat bersyukur dapat mendampimgi suami disini (Jambi-Red) dan bertemu dengan Para srikandi Polda Jambi yang memiliki nilai spiritual atau keagamaan yang cukup baik. Rasa Kebersamaan antara senior dan yunior terjalin erat dan guyub. Ada kegiatan positif seperti oleh raga volley bersama, pengajian rutin, dan sharinf session yang dilakukan dengan Ibu Asuh sebulan sekali. Saya juga melihat kiprah tugas Polwan Polda Jambi dengan menduduki  jabatan-jabatan atau posisi posisi strategis baik di polda jambi atau kewilayahan,  sebagai kapolsek, kasat lantas, kasat serse bagi saya hal ini cukup baik karena  jumlah polwan hanya 6% diantara jumlah polisi lai laki. Saya rasa cukup eksis dengan menduduki jabatan kasat, kapolsek.  Kalau boleh  saya mengutip arahan  Bapak Kapolri pada hari ulang tahun polwan tahun 2016,  Polwan memeiliki kelebihan karena  Polwan  memiliki nilai resisten terhadap budaya koruptif. Modal ini memungkin Polwan ditempatkan pada layanan publik khususnya tidak adanya pungli karena ada budaya malu.  Kalau performa budaya malu untuk melakukan pungli maka akan sejalan dengan Program bapak Kapolri yaitu bagaimana polwan menjadi profesional, modern, terpercaya, muaranya tentu meningkatkan citra dan kinerja polisi itu sendiri.  Dan untuk bhayangkarinya saya sangat bangga karena bhayangkari kita ini ada yang berprofesi sebagai dokter, jaksa, Psikolog, Bidan, Guru, Dosen, pengelola kebun dan hasil bumi,   ada juga yang menempati jabatan strategis  pada SKPD Provinsi di daerah Jambi.

Q : Selama 8 bulan menjabat sebagai ketua bhayangkari dan ibu asuh polwan daerah jambi, adakah program-program yang ibu terapkan kepada bhayangkari dan polwan di jambi ini?

A : Kalau program-program bhayangkari, saya mengacu kepada program kerja yang telah diberikan dari pengurus pusat. Secara berjenjang akan di buatkan Program kerja sesuai dengan kondisi dan demografi daerahnya. Kegiatan Bhayangkari yang saya Jalankan lebih pada edukasi bagi anggota Bhayangkari, Kegiatan Bhakti sosial dan Peningkatan ketrampilan bagi anggota Bhayangkari kita  yang sederhana, terjangkau dan memberikan kontribusi yang besar bagi organisasi Bhayangkari dan kesejahteraan anggota bhayangkari itu sendiri.  Kegiatan yang dilakukan dengan  rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama seperti  melakukan kunjungan terhadap anggota bhayangkari  dan keluarga yang sakit, kemudian kita juga memberikan keterampilan untuk meningkatkan ekonomi keluarga seperti berkebun hidroponik, membatik, bercocok tanam sayuran organik yang saat ini lagi trend hidup sehat, belajar tenun untuk membuat songket khas Jambi. Kemudian mengedukasi para Ibu Bhayangkari terkait parenting dan pengasuhan serta mengenal anak dan memahami kareakter anak. Olah raga bersama seperti volley, senam dan kebugaran fisik lainnya. Tidak beda jauh dengan kegiatan bhayangkari, selaku Ibu Asuh Polwan saya berusaha dekat dengan Polwan, mengetahui kebutuhanyang prioritasbagi Polwan  untuk meningkatkan performa kerja,  salah satunya adalah  kebutuhan pelatihan komunikasi dan kemampuan konseling psikologi mengapa? Karena masyarakat butuh Polri termasuk Polwan untuk dapatnya  menjawab kebutuhan masyarakat akan rasa aman, menjadi pelayan dan konselor yang baik bagi anggota dan masyarakat .  Kegiatan pelatihan peningkatan kemampuan Psikologi baru saja dilakukan oleh Para Polwan dan Jajaran sebanyak 150 orang Polwan dilatih untuk mampu bertugas  sebagai first responder saat menghadapi peristiwa kritis.

Q : Belakangan ini dengan kemajuan tehnologi yang modern, dunia medsos bisa dibilang gila-gilaan dan belakangan ini untuk polwan dan bhayangkari bagi para netizen dimedia, hidupnya dianggap glamour dan bermewah-mewahan, bagaimana cara ibu menepis tanggapan tersebut.

A :.  Dampak dari kemajuan tekhnologi bukan hanya dialami oleh polwan dan bhayangkari saja, tapi masyarakat Indonesia mengalami serangan virus 6F,  serangan Food, Fashion, Fun, Film, Fantasy, dan Filosofi, yang menyerang hampir seluruh lapisan  masyarakat Indonesia. Dengan adanya virus tersebut bagaimana kita menepis atau mengurangi serangan virus tersebut, perlu ada caranya. Bagi saya selaku Ibu Asuh Polwan dan Ketua Bhayangkari lebih mengajak para pengurus Bahyangkari dan Polwan untuk  realistis dan  down to earth (membumi-Red), yuk kita lihat masih banyak anggota kita yang susah, masih ada suku anak dalam yang hidupnya berpindah pindah, tidak punya rumah dan memenuhi kebutuhan dasarnya pas-pasan. Maka jangan kita terjebak dengan gaya hidup mewah. Minun kopi di rumah lebih murah tapi kerena adanya pengakuan dengan minum kopi di etalase mall besar maka bukan kopiny melainkan pengakuan akan gaya hidup ini yang selalu kita saling ingatkan. Bagi anggota yang  hidupnya pas-pasan yuk bagaimana kita membantu mereka tentunya yang dilakukan pengurus Bhayangkari tidak hanya memberikan “makanan” saja tapi kita berikan pancing, untuk apa? Agar dapat melihat peluang dan berusaha  agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Tidak bedanya bagi Polwan, bahkan  Polwan memiliki regulasi dan aturan tentang tata cara berpakaian dinas maupun saat tidak berseragam. Aturan itu  ada dalam panduan buku saku para Polwan bagaimana berperilaku, berpakaian dan berdandan. Mengapa aturan buku saku Polwan itu dikeluarkan Karena Polwan menjadi sorotan masyarakat, bilamana pakaian dan gaya hidupnya tidak sesuai dengan regulasi yang ada.  Bagaimana masyarakat mau datang minta tolong kalau makeup Polwan dan pakaiannya tidak ramah dan menakutkan  masyarakat untuk datang meminta pertolongan atau saat mau melapor. Saya selaku ibu asuh mengajak dan mengingatkan Polwan untuk tetap sederhana, peka terhadap lingkungan dan senantiasa menjadi pribadi yang hangat dan menyenangkan. Polwan dan Bhayangkari cepat ingat kalau terserang virus 6F tadi. Selain memberikan pelatihan pengelolaan keuangan,  pemahaman untuk tidak instant untuk meraih sesuatu tanpa kerja keras, mungkin yang terpenting adalah menjadi contoh. satunya kata dan perbuatan, artinya  perbuatan yang baik mengalahkan seribu nasihat.  kesederhanaan itu bisa dilihat dan dirasakan dalam keseharian, sederhana yang disepakati bersama ini, kita jalankan bersama sama baik dengan Bhayangkari dan pengurus, Polwan  khususnya juga bagi  ketua cabang istri kapolres. Dengan demikian mencegah hedonisme dapat di hayati oleh kita semua

Q : Belum lama ini salah satu anggota bhayangkari daerah jambi di sarolangun mendapatkan penghargaan dari pusat, untuk masalah bhayangkari inspiratif. Bagaimana cara ibu untuk menularkan kepada anggota bhayangkari lainnya untuk menjadi inspiratif seperti anggota bhayangkari di sarolangun itu?

A : Pertama yang menginisiasi  pembuatan film dokumenter adalah ibu ketua umum, Isteri Kapolri, Ny. Trie Tito Karnavian. Beliau mengatakan banyak  kegiatan-kegiatan bhayangkari selama ini tidak terdokumentasikan dan tidak diketahui oleh masyarakat luas. Untuk itu para ketua daerah diminta untuk mengenali anggota bhayangkari yang memiliki pengalaman yang dapat memberikan inspirasi bagi anggota bhayangkari yang lain. Diangkat dalam cerita dan dibuat film pendek. Hasil Kunjungan Kerja saya bersama dengan Bapak Kapolda Jambi ke wilayah, saat tatap muka  ternyata banyak loh… anggota bhayangkari yang memiliki profesi yang baik dan membanggakan.  Kita punya 6 dokter yang tergabung dalam dokter share memberikan bantuan pelayanan medis seperti sunat masal, operasi mikro bibir sumbing, yang  dilakukan oleh bhayangkari. Ternyata tidak hanya dibidang kesehatan.  Ada bhayangkari kita yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan cara kreatif  ditengah keterpurukan harga sawit dan harga karet yang rendah. Jiwa enterprenernya muncul, mencari peluang  yang bisa dijadikan untuk meningkatkan ekonomi keluarga maupun lingkungannya ( memberikan lapangan pekerjaan bagi tetangganya) nah saya memilih Bhayangkari dari  cabang Sarolangun  untuk diangkat  dan dijadikan film dokumenter Bhayangkari Jambu. Film ini tidak hanya membawa  pesan moral untuk survive dan kerja keras, tetapi film ini membawa semangat dan inspirasi bagi Bhayangkari, khususnya bagi internal Polri.  Saat film ini menjadi viral di medsos ternyata komentar masyarakat salut akan peran Bhayangkari dalam mendukung tugas suami.  Pekerjaan Polisi yang sarat dengan nuansa psikologis membutuhkan seorang isteri yang tabah, setia, menjadi Ibu yang baik bagi anak anak, mendampingi tugas suami dimana ditugaskan,  termasuk membantu  meningkatkan ekonomi keluarga.  Untuk lebih memotivasi para Bhayangkari Jambi,  saya dan pengurus mengundang Ibu eka (pemenang film dokumenter dari Jambi) datang ke kantor bhayangkari daerah jambi,   untuk menerika bingkisan dari Ketua Umum atas usaha dan kerja kerasnya.  Harapan saya anggota bhayangkari dapat menjadi tonggak yang kuat dalam membangun ketahanan keluarga. Boleh Berkarya dengan tidak meninggalkan peran lain sebagai isteri pendamping suami dan Ibu bagi anak aanaknya. Jalankan peran dengan seimbang (balance), tetap berkarya dengan selalu menetapkan mana yang menjadi prioritas.  Untuk  polwan, saya sebagai ibu asuh saya menjalankan tugas pada area informal organisasi, yaitu mengarahkan dan melakukan parenting bagi Polwan agar berperforma dengan baik dan optimal.

baca juga : Ini Pesan Ketua Bhayangkari Daerah Jambi Kepada Anggota Bhayangkari dan Polwan

Penulis : Indra gunawan

Editor : Iqbal96

Publish : Indra Gunawan

Admin Polri54172 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password