Kemitraan Polri dan Masyarakat di Solo. SAR JUBA Rescue Takmirul Islam Surakarta Bertekat Jaga Keutuhan NKRI

IMG-20170226-WA0017
Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Guna mejalin kerjasama yang telah baik selama ini dengan Tim SAR JUBA Rescue Solo maka Polsek Laweyan menerjunkan puluhan personel guna mengamankan acara di maksud. Walau dalam suasana hujan rintik – rintik tidak.menyurutkan niat anggota SAR ini untuk hadir. Sabtu tanggal 25 Februari 2017 pukul 20.25 s.d selesai bertempat di Basecame Juba Rescue Jl. KH. Samanhudi Kel. Bumi Kec. Laweyan Kota Surakarta . Giat malam ini adalah dalam rangka HUT Team SAR JUBA Rescue yang ke 10 Tahun 2017. Acara diIsi dengan tasyukuran diiringi hiburan Band Pecas Ndahe diselenggarakan oleh Ponpes Ta’mirul Islam sebagai penanggungjawab KH. Muh. Ali Naharussurur alias Abah Ali Pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam. Peserta yang hadir adalah sekitar 200 Jama’ah dari anggota SAR dan Banser serta santri Takmirul Islam.
KH. Muh. Ali Naharussurur alias Abah Ali Pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam menyampaikan tausiah terkait perkembangan dan kemajuan Idlam.dengan keutuhan NKRI sbb :
1) Pada malam hari ini kami minta maaf karena mengadakan keramean dengan mengadakan Tasyukuran Tiem Juba Rescue dengan diiringi Band Pecas Ndahe yang kami lakukan ini untuk Negeri tercinta ini(NKRI) yang sekarang ini masih terbelenggu dengan banyak masalah yang di alami oleh bangsa Indonesia, oleh karena itu marilah kita selalu berdoa dan berdzikir untuk bangsa dan negara yang kita cintai.
2) Oleh karena itu Umat Islam Para Santri Pengikut para Ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah, mereka ikut wajib mempertahankan Sajadah Negara kita Republik Indonesia, karena Menjaga NKRI sama wajibnya dengan menjaga ajaran Syariat Islam khususnya Ajaran Ahli Sunnah wal Jama’ah.
3) Bagi para ulama’ yang telah berjuang hingga dipanggil Allah SWT dan berguguran di medan perang, harga Kemerdekaan NKRI seharga dengan nyawa dan darah mereka. Karena perjuangan beliau-beliau para ulama hingga merdekanya negara kita ini, kita dapat berdakwah manaqib tahlil dan dzikir melakukan syariat Islam dengan aman. Oleh karena itu, kita wajib menjaga Kemerdekaan Republik Indonesia, wajibnya menjaga NKRI sama dengan wajibnya melaksanakan Syariat Islam.
4) Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mempunyai aset terbesar di Indonesia, hal itu dapat kita buktikan bahwa para ulama-ulama atau auliya terbanyak berada di Indonesia, masjid terbanyak bukan di Malaysia atau pun di Timur Tengah tetapi berada di Indonesia.
5) Jumlah umat Islam terbesar pun di Indonesia sekitar 200 juta lebih umat Islam, Pondok Pesantren pun yang dimiliki oleh NU saja hampir 20.000 lebih, belum lagi lain-lainnya seperti Madrasah (MI, MTs, MA) yang dimiliki oleh Kemenag NU dan Muhamaddiyah sekisaran 30.000 lebih di seluruh Indonesia, makam para ulama Walisongo juga berada di Indonesia jama’ah haji paling banyak dan paling tertib pun dari Indonesia dan masih banyak lagi aset Islam yang belum disebutkan, jadi aset terbesar itu harus dijaga oleh NKRI dan bubarnya NKRI terancamnya aset Islam, maka menjaga NKRI sama dengan wajibnya menjaga atau melaksanakan ajaran Syariat Islam.
6) Sesungguhnya kita semua itu tahu, bahwa kita bersujud di Indonesia dilahirkan pun di Indonesia, kita mencari nafkah untuk keluarga pun di Indonesia ngaji pun dari TPQ hingga Pesantren Kitab Kuning juga di Indonesia. Semua yang kita lakukan berada di Indonesia. Indonesia adalah Sajadah kita, Indonesia Diniyah kita Indonesia Pesantren kita Indonesia Masjid kita Indonesia tempat Sujud kita, jadi kita harus selalu Ingat bahwa membela Indonesia sama dengan wajibnya menjaga dan membela Masjid, Pesantren dan Madrasah.
7) Oleh karena itu Para Ulama khususnya Ahli sunnah wal Jama’ah Nahdlotul Ulama dari dulu selalu berkomitmen bahwa NKRI Harga mati membela NKRI hingga meninggal maka ia Mati Syahid. Sedangkan Menentang NKRI itu termasuk kaum-kaum Paratis.
8) Marilah kita para kaum Ahli Sunnah wal Jama’ah kaum Pesantren seperti para Ulama-ulama kita terdahulu, marilah kita berjuang untuk Indonesia Merdeka, marilah kita berkomitmen Nawaitu untuk berjihad berani mengorbankan Nyawa Darah untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
9) Dengan begitu Simbolis kita Komitmen kita Aqidah kita untuk NKRI ini sama dengan yang dimiliki oleh beliau-beliau para Ulama Pejuang Bangsa Indonesia seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan dan juga para ulama’ lainnya. Maka jika kita mempunyai komitmen yang sama, Insya Allah nanti kita semua akan dikumpulkan bersama-sama para Ulama-ulama atau para Auliya yang telah berjuang atas Kemerdekaan Republik Indonesia ini.
Penulis : Sumarjo
Editor   : Kang Iqbal96
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password