Pencurian Di Lombok Tengah : Jazz Milik Kepala Desa Hilang, Pelaku yang Tertangkap Ternyata Seorang Pecatan Polisi

mantan

Tribratanews.polri.go.id – Loteng.  Setelah “Dibuang” oleh Institusi Kepolisian tepatnya Kepolisian Resor Lombok Tengah (Polres Loteng) ST (39) dan DM (36) kembali berulah dan merasakan hidup di bui sejak Sabtu (19/02). Dua mantan anggota polri ini tertangkap di Sekitaran Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) beberapa saat setelah berhasil mencuri satu unit honda jazz di rumah seorang Kepala Desa.

awal kejadiannya ketika korban baru saja bangun dari istirahat siang menyadari bahwa jendela dan pintu gerbangnya yang terbuka pada pukul 18.00 petang. Setelah dilakukan pengecekan oleh korban yang ternyata seorang “pak Kades” itu mendapati satu unit Mobil Honda Jazz RS dan satu unit HP Samsung miliknya sudah raib. Sontak pembuatan laporan polisi di polsek jonggat pun ditempuhnya dengan harapan dapat segera ditemukan.

Berkat kesinergitasan dan komunikasi yang baik, jajaran kepolisian yang saat itu bergerak adalah Tim Opsnal Sat Reskrim dibawah komando AKP I Made Yogi  Purusa Utama SE SIK berhasil mendapatkan informasi bahwa ada kendaraan yang sempat melintasi perbatasan Lombok Tengah – Lombok Timur (Lotim) yang cocok dengan identitas kendaraan yang hilang kemudian langsung dilakukan pengejaran. Berkoordinasi dengan Tim Opsnal Polres Lotim  dan beberapa polmas serta masyarakat kemudian dilakukan pengejaran hingga berakhir di lokasi penangkapan.

“kedua pelaku tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyerah ketika berhasil dikepung, mereka malah sibuk melarikan diri dengan meninggalkan barang bukti. Beruntung dibantu oleh beberapa masyarakat dan anggota polres lotim dengan begitu keduanya berhasil kita ringkus hanya beberapa jam setelah kejadian”. Jelas AKP I Made Yogi.

Saat ini barang bukti dan dua orang yang tidak lama lagi akan menyandang predikat tersangka sedang dilakukan penahanan di Markas Kepolisian Resor Lombok Tengah (Mapolres Loteng) untuk dilakukannya penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Perlu untuk diketahui, pada saat aktif menjadi anggota polri pun ST dan DM kerap kali melakukan pelanggaran Kode Etik Kepolisian sehingga berakhir dengan beberapa kali sidang disiplin dan akhirnya pemecatan.

“rekam jejak karir keduanya ketika masih aktif sudah sangat tidak dapat ditolerir, melakukan penipuan sana sini bahkan salah satunya itu adalah seorang residivis pencurian dan pemberatan di Kabupaten Lombok Barat. Oleh karena itu pemecatan langsung dilakukan pada tahun 2016 lalu sebab sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan sebagai anggota Polri”. Panjang Lebar Kompol I Made Regutama selaku Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda).

Penulis : Rozian

Admin Polri53461 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password