Gandeng Tokoh Agama, Kapolres kebumen Ikuti Temu Ulama se-Jawa Tengah

tribratanews.polri.go.id – Polres Kebumen, Ribuan umat Islam memadati halaman Polda Jawa Tengah di Semarang, Jumat malam (3/2), untuk mengikuti silaturahmi ulama bersama dengan TNI-Polri.

Silaturahmi akbar ini sendiri digagas sebagai bagian untuk memperkuat NKRI melalui harmonisasi pemerintah, TNI-Polri dan ulama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, para Kapolres jajaran Polda Jateng termasuk Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SIK., SIK., M.H., dan Dandim sejajaran pangdan IV Diponegoro.

Kegiatan silaturahmi akbar itu dihadiri 7.000 orang terdiri dari Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) , hingga para santri se-Jawa Tengah.

Dalam acara temu ulama se-Jateng dari Kabupaten Kebumen sendiri Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH., SIK., M.H., bersama Kasat Binmas Polres Kebumen AKP Yusuf, S.H menggandeng Ketua PBNU Kebumen yang diwakilkan oleh sekretaris PBNU Kebumen Kyai H. Salim, Ketua MUI Kabupaten Kebumen yang diwakilkan oleh sekretaris MUI KH. Khamid, M.Pdi, dan tokoh agama KH. Mufdir serta Kyai H. Tobingi.

Sejumlah tokoh besar muslim Jawa Tengah hadir dalam kegiatan tersebut, seperti Pengasuh Pondok Pesantren Al-anwar Rembang KH Maimun Zubair, ulama asal Pekalongan Habib Muhammad Lutfi, serta pengasuh pondok pesantren Girikusumo Demak KH Munif Zuhri.

“Antara pemerintah dengan warga masyarakat dan seluruh anggota masyarakat saya minta bersatu dalam mengawal NKRI, negara kesatuan republik yang kita cintai ini,” kata Kapolri Tito Karnavian

“Kita beribadah untuk persatuan dan kesatuan bangsa. Ini sangat penting sekali dalam rangka memupuk persatuan dan kesatuan. Apalagi, jelang pilkada terjadi polarisasi masyarakat, terpisah karena ada pilihan masing-masing,” lanjutnya.

Kapolri menyebut, itu merupakan bagian dari demokrasi. Perbedaan pilihan tidak dilarang karena itu merupakan hak politik setiap masyarakat. Perbedaan pilihan, kata Tito, jangan sampai menjadi ancaman bangsa Indonesia, namun justru sebagai pemersatu.

“Jangan sampai perbedaan itu pemecah bagi kita. Jaga situasi aman, pemerintah, warga masyarakat,” Ucap Kapolri. (humas/Polres Kebumen)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password