Perang Melawan Narkoba di Sinjai, Polisi Berburu Sampai ke Desa-desa

tribratanews.polri.go.id – Sinjai Sulsel. Perang melawan narkoba di Sinjai tak lagi sebatas pada kelompok-kelompok pengedar. Kelompok yang tak terdeteksi seperti ibu rumah tangga dan anak di bawah umur kini juga jadi buruan petugas.

Dilaporkan, di Sinjai, narkoba telah masuk ke wilayah paling dalam di masyarakat. Petugas sampai berburu ke desa-desa guna membongkar peredaran barang haram ini.

Seperti yang terjadi Rabu (25/1/2017), seorang remaja 17 tahun diamankan setelah kedapatan membawa satu saset sabu-sabu. Remaja berinisial RI itu diringkus Satuan Narkoba Polres Sinjai. Ia adalah warga Bulo-Bulo Timur, Kelurahan Biringere, Sinjai.

Kasat Narkoba Polres Sinjai AKP Burhan, mengatakan, remaja 17 tahun ini nyaris luput dari pengamatan petugas. Pasalnya, sabu-sabu tersebut ia simpan di dalam bungkusan rokok dan hampir-hampir tidak terlihat.

“Nyaris tidak terdeteksi karena barangnya di dalam bungkusan rokok. Tapi berkat kesigapan anggota, narkoba itu berhasil kita temukan,” katanya.

Menurut Burhan, tersangka berdalih, barang tersebut bukan miliknya. Ia hanya dititipi oleh seseorang yang menelponnya sehari sebelumnya. Ia mengaku tidak tahu rokok yang dititipkan kepadanya itu berisi narkoba.

Namun melihat cara dia mengelabui petugas, RI kata Burhan ,kemungkinan besar sudah cukup berpengalaman menyimpan narkoba. Sejauh ini, yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan. Apakah dia dalam kategori pemakai atau pengedar masih dilakukan pengembangan.

“Kita tidak mau terkecoh. Karena masih di bawah umur kemudian dia hanya dikategorikan pemakai. Bisa saja dia pengedar, tergantung hasil pengembangan,” jelasnya.

Tak dipungkiri, narkoba telah masuk sangat jauh di wilayah pedesaan di Sinjai. Bahkan, diduga banyak bandar narkoba yang menjadikan anak-anak di bawah umur sebagai pengedar di desa-desa agar tidak terdeteksi aparat.

“Fokus kita bukan hanya di kota, di desa-desa juga narkoba mulai masuk. Anak-anak banyak dimanfaatkan oleh pengedar, baik sebagai pemakai maupun kurir,” kata Burhan.

Kriminolog Universitas 45 Makassar, Prof Marwan Mas mengatakan, narkoba telah masuk dengan berjenjang ke masyarakat. Narkoba tidak lagi menyasar wilayah perkotaan, di desa-desa, justru menjadi incaran pengedar karena sulitnya dijangkau petugas.

Tantangan kepolisian menurut dia, semakin besar dalam pemberantasan narkoba. Ada reaksi yang diberikan para sindikat narkoba menghadapi aparat.

Kata dia, semakin genjar polisi melakukan razia, semakin berkembang pula strategi peredaran yang mereka kembangkan. Dulu sebut Marwan, narkoba hanya terbatas di kota. Tapi karena kota tak lagi aman, pengedar menyasar ke desa-desa.

“Dulu, pengedar hanya laki-laki. Karena mudah tercium, ya mereka pake jurus lain. Gunakan perempuan atau ibu rumah tangga. Ternyata itu efektif,” jelasnya.

Begitu juga tempat peredaran. Dulu sindikat narkoba membatasi peredaran barang mereka di tempat-tempat hiburan malam. tapi belakangan setelah THM tak lagi aman, transaksi justru beralih ke jalanan.

“Sekarang banyak pengedar transaksinya di jalan. Itu bisa luput dari pengamatan petugas,” kata Marwan.

Jadi ada reaksi dari setiap aksi yang dilakukan petugas. Semakin cekatan polisi, semakin banyak pula “lubang tikus” yang dibuat oleh para pengedar narkoba.

Inilah tantangan besar yang harus dijawab kepolisian. Bagaimana menutup ruang-ruang peredaran itu lebih dini. Ia mencontohkan, di pelabuhan, seharusnya narkoba itu bisa dicegah dari pintu masuknya seperti pelabuhan atau bandara.

“Tetapi faktanya masih banyak yang beredar. Berarti di pelabuhan itu longgar. Nah, harus ada evaluasi apa sebabnya,” kata Marwan. (*)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password