Aipda Hasan, Polisi Inspiratif, Perintis Kebun Kamtibmas

IMG-20170126-WA0056

Tribratanews.polri.go.id, Selayar Sulsel – Semakin banyak saja polisi menjadi inspirator pertanian. Kalau di Kabupaten Bone, ada AKBP Juliar Kus Nugroho (mantan Kapolres Bone) yang digelari “polisi pertanian”, di Selayar ada Aipda Hasan.

Aipda Hasan adalah anggota Polsek Bontomatene, Polres Selayar yang sukses merintis sebuah kebun tomat apel bernama “Kebun Kantibmas”. Rabu (25/1/2017), sejumlah perwakilan kelompok tani melakukan studi lapangan untuk melihat langsung kebun buah tangan pria berperawakan sederhana itu.

Saat berbagai inspirasi kepada kelompok tani Aipda Hasan mengatakan, sekecil apapun lahan, akan menghasilkan tanaman bermutu. Syaratnya satu, caranya tepat, dan pemeliharaannya telaten.

“Semua bisa kita lakukan. Asal caranya tepat, telaten dan serius. Itu saja kuncinya,” ujar Aipda Hasan saat berbagi ilmu pertanian kepada peserta studi lapangan.

Di hari yang sama, Aipda Hasan sekaligus melakukan panen tanaman tomat apel. Panen berlangsung hampir sepanjang hari dengan melibatkan semua peserta studi.

Aipd Hasan menuturkan, banyak hal positif yang bisa dilakukan di luar tugas utama sebagai aparat keamanan. Salah satunya memberdayakan lahan-lahan tidur untuk ditanami sayuran dan buah.

“Selayar ini potensi lahan tidurnya masih sangat besar. Kalau itu dimanfaatkan akan sangat produktif,” katanya.

Kata Hasan, kebun kantibmas ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memberdayakan lahan pertanian yang ada. Sektor pertanian sambungnya bisa mendorong bangkitnya ekonomi kerakyatan.

Keterlibatan anggota Polri di bidang pertanian disambut gembira banyak pihak. Terobosan ini dipandang sebagai bagian dari reformasi Polri di semua bidang.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultural Sulsel, Fitriani menilai, semangat yang ditularkan Polri di bidang pertanian patut menjadi contoh bagi masyarakat. Berangkat dari semua itu, masyarakat diharapkan lebih giat dalam mengembangkan lahan-lahan pertaniannya.

“Keteladanan dari polisi kita harapkan diadopsi masyarakat,” ujarnya.

Dari sudut pandang sosial, keterlibatan Polri di bidang pertanian tidak bisa dilihat secara parsial saja. Ada tujuan komprehensif yang sebenarnya lebih dari sekadar memberi contoh cara bercocok tanam yang baik.

Semangat komprehensifnya adalah, Polri ingin menisbahkan diri sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Polri bukan lagi alat negara yang dipakai hanya untuk keamanan, tetapi juga dalam tujuan-tujuan sosial dan kemanusiaan.

Sosiolog dari Universitas Negeri Makassar Prof Andi Agustang, dalam sebuah diskusi tentang peran berpendapat, strategi yang mengarah pada sisi sosial, mendekatkan Polri dengan masyarakat. Polri perlahan bisa menghapus stigma “militeristiknya” yang pernah lekat di masa Orde Baru.

“Sekarang Polri lebih condong dalam kerja-kerja sipil. Itu baik, agar Polri lebih memasyarakat. Dari sudut pandang sosial, efeknya positif, apalagi dengan ide-ide yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Seharusnya begitulah adanya Polri kata Agustang. Polri lahir dari rahim rakyat. Polri harus mengambil peran di tengah rakyat. Bukan hanya memberantas kejahatan, tapi juga mendorong kehidupan ekonomi masyarakat.(*)

IMG-20170126-WA0055

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password