Resahkan Masyarakat dengan Aksi Pemerasan, Dua Polisi Gadungan Ditangkap

Tribratanews.polri.go.id-Medan. Resahkan masyarakat dengan aksi pemerasan, dua pria berbadan tegap mengaku dari perwira Polisi Polda Sumatera Utara Drs NM (52) warga Jln Balai Desa Gang Antara No 45, Kel Timbang Deli, Kec Medan Amplas, Kota Medan dan rekannya SO (46) warga Dusun Mesjid, Desa Aras, Kec Beringin, Kab Deli Serdang diringkus Tim reserse Polres Batubara, pada Rabu, (18/9/19).

Kedua tersangka diringkus ketika sedang melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha bengkel Dedy Priono (37) warga Dusun I Tamsis, Desa Simpang Kopi, Kec Sei Suka, Kab Batubara.

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang, S.H., M.Hum. didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, S.H., S.I.K., M. Hum mengungkapkan penangkapan terhadap kedua tersangka berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang menjadi korban pemerasan oleh kedua pelaku ke anggota Polsek Indrapura.

Kemudian, anggota Polsek Indrapura tersebut diback- up Satreskrim Polres Batubara meluncur ke TKP dan menemukan 2 orang pria mengaku sebagai polisi Polda Sumut yang menangani bidang perizinan dan izin usaha. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Batubara dalam keterangan Persnya, Jum’at, (20/09/19) siang di halaman Mapolres Batubara.

Pada saat kedua pelaku menanyakan izin usaha bengkel milik Dedy Priono, salah seorang dari pelaku berinisial NM mengeluarkan dan memamerkan senjata Api Non Organik TNI/POLRI jenis Air Soft Gun sehingga membuat pemilik bengkel merasa takut. Melihat korbannya ketakutan, NM dan SO langsung meminta uang mulai dari jumlah RP 20 juta sampai RP 10 juta.

Kemudian berselang beberapa menit korban Dedy Priono curiga terhadap gerak gerik kedua pelaku, secara kebetulan korban ada kenalan seorang anggota Polsek Indrapura dan korban menghubunginya dan menceritakan apa yang dialaminya. Kemudian anggota Polsek Indrapura melaporkan ke Polres Batubara terus ditindaklanjuti.

“Setelah dilakukan introgasi ternyata kedua pelaku adalah polisi gadungan, ” sebut Kapolres Batubara.

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang mengatakan, modus pemerasan yang dilakukan tersangka yaitu menakut-nakuti korbannya dengan mengatasnamakan personel Polda Sumut bagian pengawasan obat dan makanan.

“Penampilannya meyakinkan, peralatan dibawa mendukung dan bicaranya pun melebihi penyidik. Tapi kedua tersangka adalah polisi gadungan,” ungkap Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang.

Kapolres juga menjelaskan, aksi pemerasan kedua pelaku sudah ada sebelumnya terhadap seorang ibu sebagai penjual roti, saat itu NM mengaku Polisi dari Polda berpangkat Ipda bidang pemeriksa makanan tanpa izin, karena ketakutan korban dimintai uang sebesar RP 1 juta rupiah.

Setelah diringkus dilakukan penggeledahan terhadap keduanya, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp. 1 juta dari hasil pemerasan terhadap seorang ibu, 1 buah senjata api non organik TNI/POLRI jenis airsoft gun, 6 butir peluru, dua buah HT, 2 buah plat nopol palsu dan kartu LSM dan kartu pers milik NM.

Terhadap kedua pelaku dipersangkakan melanggar pasal 368 berlapis dengan Undang – undang darurat No 12 diancam hukuman 9 tahun penjara paling lama 20 tahun kurungan.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password