Polri : Kebakaran Hutan dan Lahan Paling Banyak Disebabkan Faktor Manusia

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Mabes Polri terus berupaya melakukan penegakkan hukum atas kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia salah satunya di wilayah Riau.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan meski saat ini telah memasuki tahap musim kemarau El Nino, tetapi faktor terbesar penyebab karhutla adalah manusia. “Pada saat peninjauan Wakapolri dan TNI, Riau memang disimpulkan 99 persen karhutla itu adalah faktor manusia,” jelasnya, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/9/19).

Untuk saat ini, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan penelusuran terhadap pihak-pihak yang ditengarai bertanggung jawab dalam karhutla. “Polri concern pendekatan hukum terhadap siapa saja terbukti melakukan pembakaran lahan maupun hutan. Baik secara unsur sengaja maupun unsur kelalaian,” jelasnya.

Karo Penmas mengatakan sudah ada 185 individu dan 4 korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga saat ini. “Ada penambahan tersangka khususnya perorangan. Dari 179 menjadi 185 tersangka sekarang. Total tersangka yang diamankan atau disidik jajaran adalah sebanyak 185 tersangka secara perorangan dan untuk korporasi 4 sebagai tersangka,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan secara rinci detail dan jumlah para tersangka di masing-masing wilayah yang masih rawan karhutla. Seperti di Polda Riau, ia mengatakan ada 47 tersangka individu dan satu tersangka korporasi.

Kemudian di Polda Sumatera Selatan ada 18 tersangka individu, Polda Jambi 14 tersangka individu, dan Polda Kalimantan Selatan dua tersangka individu.

Jenderal bintang satu itu menuturkan dari tiga lokasi tersebut sama-sama tidak memiliki tersangka korporasi alias nihil. “Selanjutnya di Polda Kalimantan Tengah terdapat 45 tersangka individu dan 1 tersangka korporasi. Terakhir Kalimantan Barat ada 59 tersangka individu dan 2 tersangka korporasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Karo Penmas mengatakan sebagian besar kasus tersebut sudah masuk ke proses sidik yakni 95 kasus. Sementara 41 kasus sudah masuk ke Jaksa Penuntut Umum. “Sisanya ada 2 kasus yang sudah tahap P21 atau lengkap. Dan untuk tahap dua atau penyerahan bukti dan tersangka ada 22 kasus,” tutupnya.

(bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password