Kapolri Menjadi Penguji Dalam Sidang Doktor Ilmu Komunikasi di Unpad

Tribratanews.polri.go.id – Bandung. Wakil Kepala Lemdiklat Polri, Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H., menjalani sidang doktor di kampus Universitas Padjadjaran ( Unpad), Jatinangor, Rabu (14/8/19).

Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H., tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana Ilmu Komunikasi UNPAD dengan nomor mahasiswa 210130140034.

Tema yang diangkat mantan Kapolda Papua ini, yakni perihal manajemen media dengan judul “Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter”.

Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., menjadi penguji dalam sidang doktor Ilmu Komunikasi yang digelar di Universitas Padjajaran Jatinangor.

Dalam sidang ini, ada sembilan penguji yang disertasi Jenderal bintang dua tersebut diantaranya Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos.,SH.,M.Si., Dr. Dadang Sugiana, M.Si., Prof. Deddy Mulyana, MA.,Ph. D, Dr. Edwin Rizal, M.Si., Dr. Atwar Bajari, M.Si., Dr. Ninis Agustini Damayani, M.Lib., Dr. Siti Karlinah, M.Si., dan Jendral Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Kapolri didampingi oleh Kadivhumas Polri, Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H., dan Kapolda Jabar, Irjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriadi.

Saat tiba di gedung Bale Sawala UNPAD, Kapolri langsung memakai baju toga untuk melakukan pengujian sidang doktor terhadap Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H.

Orasi ilmiah, Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H., mengungkap disertasinya bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis manajemen media Polri dalam merespon dan membentuk opini publik, peran Divisi Humas sebagai pengelola manajemen media, implementasi cyber Public Relations Polri dan integrasi manajemen media dalam strategi humas Polri.

“Disertasi ini merupakan Studi kasus implementasi manajemen media sebagai salah satu program prioritas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pendekatan studi kasus digunakan untuk menjelaskan secara komprehensif suatu organisasi dan program yang dikembangkan oleh institusi Polri,” jelasnya saat membacakan orasi ilmiah.

Adapun pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria penelitian dan pengamatan partisipatif.

Pengalaman interaksi publik bersama polisi dapat memberikan kontribusi besar bagi bangunan citra yang dimiliki oleh petugas kepolisian. Semakin positif pengalaman publik bersama polisi, maka semakin positif pula citra petugas di mata publik.

“Namun tidak dapat kita pungkiri, kinerja petugas kepolisian sering diterpa kritik tajam dari masyarakat. Kritik tersebut lahir karena adanya harapan publik tentang sosok petugas kepolisian yang memiliki karakter sempurna dan dapat menjadi manusia ‘super’ pelindung masyarakat. Publik menginginkan polisi menjadi pahlawan yang selalu siap menjawab tantangan yang hadir di masyarakat,” sambung Wakalemdiklat Polri.

Dengan disertasi ini, Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H., memberikan beberapa catatan diantaranya menjadikan setiap anggota Polri menjadi agen kehumasan, dalam proses interaksi polisi dan masyarakat, dapat berperan menjadi news maker dalam menampilkan kinerja positif di mata publik yang didukung dengan semangat profesionalisme dan bersikap simpatik serta humanis.

Polri perlu mendorong prakarsa publik menciptakan etintas kecerdasan melalui budaya literasi, pos gagasan (Polisi Optimis Sukses dengan Gagasan). Setiap anggota diharapkan memiliki kemampuan untuk orasi, menyusun narasi dan artikulasi, agar dapat mencegah berkembangnya cara berpikir sesat (logical fallacy) di masyarakat, mengajak masyarakat untuk disiplin berpikir benar dan pro logika.

Mewujudkan Polisi yang humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dan menciptakan anggota Polri yang SMART (Sigap Mengelola Aspek Rasional Teknologi).

Serta perlu adanya peningkatkan kapasitas personil di bidang Cyber Public Relations, oleh karena itu Institusi Polri perlu membangun sarana pendidikan dan latihan kehumasan berbasis penggunaan teknologi.

Dan terkahir dalam mewujudkan aktualisasi postur Polri yang profesional, modern dan terpercaya (promoter), perlu mewujudkan anggota Polri yang memiliki kualifikasi PRIMA (profesionalisme, responsif, integritas, modern dan adaptif).

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password