Empat Pemuda Ditangkap Polisi, Terkait Video Viral Bendera Merah Putih yang Dinodai

Tribaratanews.polri.go.id-Jakarta. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan empat orang telah ditangkap polisi terkait video viral bendera merah putih dikencingi. Keempat pemuda itu sedang diperiksa intensif oleh penyidik, Minggu (11/08/19).

“Diamankan. Saat ini ke 4 (empat) pemuda tersebut masih diinterogasi oleh tim gabungan Polres Inhu (Indragiri Hulu),” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, dalam keterangannya, Minggu (11/8/19).

Empat pelaku yang diamankan antara lain Bambang Oktri Swesta, M Fachrobby Subartha, Mayanda Sandi Septia Hadi, dan Dino Satria Wiratama. Keempatnya merupakan warga Indragiri Hulu.

Mantan Wakapolda Kalteng itu menerangkan empat pelaku melakukan hal tersebut pada Jumat (9/11) malam pukul 23.40 WIB. Video tersebut diunggah melalui Instagram story pelaku.

“Bambang memposting video tersebut ke insta strory Instagram miliknya dengan nama akun @boswestaaa,” ungkap Jenderal Bintang Satu tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan bendera merupakan simbol kedaulatan dan kehormatan negara.

Dalam undang-undang itu juga termasuk pernyataan terkait jerat pidana bagi warga yang melakukan penghinaan terhadap lambang negara. Sanksi itu diatur dalam Pasal 154a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Barang siapa menodai bendera kebangsaan Republik Indonesia dan lambang Negara Republik Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 45 ribu,” bunyi pasal tersebut.

Selain itu, ada juga Pasal 57 UU 24/2009 yang berbunyi setiap orang dilarang:

a. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak lambang negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan lambang negara;

b. menggunakan lambang negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;

c. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan

d. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.

Pelaku yang melanggar larangan itu dapat dijerat Pasal 68 UU 24/2009 dengan ancaman kurungan maksimal lima tahun dan denda Rp 500 juta.

“Setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah),” bunyi pasal tersebut.
(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password