Kakorlantas dan Pakar Transportasi Gelar Rapat Evaluasi Perluasan Ganji-Genap di Jakarta

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri menggelar rapat evaluasi pembatasan lalin Ganjil-genap dilerluas bersama Ditlantas Polda Metro Jaya dan Pakar Transportasi Universitas Indonesia Dr. Ellen Tengkudung, M.T., di ruang Prajagupta, Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/19).

Berdasarkan data program pembatasan lalu lintas ganjil genap (GaGe) Ditlantas Polda Metro Jaya tahun 2018 kecepatan kendaraan naik dari 26,60 km/jam menjadi 29,94 km/jam dengan waktu tempuh 10,10 menit menjadi 9,21 menit. Adanya penurunan jumlah penumpang Transjakarta dari 8.499.868 penumpang menjadi 7.541.288 penumpang. Dan naiknya jumlah pengendara motor. Dimana saat ini kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta.

Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP I Made Agus Prasatya mengatakan, tujuan penerapan Gage adalah peningkatan efisien dan efektivias penggunaan ruang jalan, mendukung penggunanaan angkutan umum (busway dan mrt) dan pengendalian pencemaran udara.

Gage yang sebelumnya hanya 9 titik kini diperluas menjadi 25 titik dengan panjang koridor 59,64km. Gage diberlakukan saat hari kerja dengan penaikan waktu pada malam hari yang sebelumnya pukul 18:00 menjadi 21:00.

Kakorlantas menyampaikan, saat pemberlakukan GaGe, angka pengguna transportasi umum berkurang dan menyebabkan naiknya jumlah pengendara motor. Hal ini dirasakan tidak efektif sebagai langkah untuk mengurangi polusi. Untuk itu, harus adanya pertimbangan dan perhitungan pada hari-hari diberlakukannya GaGe dengan keseimbangan jumlah kendaraan.

Jenderal Bintang Dua tersebut menambahkan, selain itu perlu juga adanya pembatasan kepemilikan kendaraan yang ketetapannya telah disetujui oleh Pemprov DKI dan semua aspek dan lembaga keuangan terkait. Dimana pemilik mobil harus mempunyai lahan parkir di rumahnya. “Pembatasan usia mobil juga dirasakan perlu. Mobil penumpang usianya berapa, mobil barang, mobil pos, serta motor. Dan juga pembatasan usia mobil mutasi ke Jakarta. Hal ini juga akan meminimalisir potensi kendataan yang mengeluarkan gas emisi.” jelas Kakorlantas.

Sementara itu, Dr. Ellen Tengkudung, M.T., Pakar Transportasi Universitas Indonesia mengatakan, tujuan GaGe saat ini merupakan instruksi gubernur untuk mengurasi emisi gas buang. Cara penanggulangan hal tersebut, diyakini bisa dengan cara lain, yakni dengan beralih ke bahan bakar gas atau beralih ke bahan bakar listrik dan GaGe sebaiknya berbasis kawasan bukan seperti saat ini berbasis koridor. “Namun saat ini masih jarang yang menggunakan bahan bakar listrik. Karena pajaknya masih mahal. Padahal sebenarnya menggunakan listik lebih mudah untuk kendaraan umum.” jelasnya.

(Bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password