Diduga Pelaku Bom Kartasura Terpapar Doktrin Mati Syahid, Lakukan Aksi Bom Bunuh Diri di Bulan Suci Masuk Surga

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. menyebut aksi terorisme terjadi di bulan Ramadhan karena para pelaku menerima doktrin dan percaya mereka akan mati syahid bila berhasil melakukan aksi bom bunuh diri dibulan suci. Aksi teror di bulan Suci telah terjadi pada Senin (3/6) malam, ketika seorang pria RA (22) tahun meledakkan bom bunuh diri di pos polisi Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Mereka percaya ketika mereka melakukan aksi terorisme, atau bom bunuh diri yang membuat pelaku meninggal, maka meninggal dalam keadaan syahid,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (4/6).

“Kelompok tersebut melakukan amaliah di bulan suci Ramadhan, karena ada kepercayaan di kelompok tersebut bahwa bulan suci Ramadan itu bulan amaliahnya mereka.” tegas Karo Penmas.

Selain itu, mantan Wakapolda Kalteng tersebut mengatakan pelaku upaya bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura adalah ‘lone wolf’ alias beraksi sendiri. Namun, polisi masih mendalami apakah pelaku masuk dalam jaringan teroris tertentu atau tidak, Selasa (04/06/19).

“Aksinya masih lone wolf. Cuma untuk jaringannya apakah dia masuk dalam jaringan terstruktur atau dia sleeping sel dari ISIS aja, itu masih kita dalami,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut, Selasa (4/6/19).

Diketahui bahwa ledakan bom di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, Senin (3/6). Kemudian pelaku bom bunuh diri itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password