Polisi menggelar Press Rilis Kasus Pembunuhan Calon Pendeta di Sumsel

Tribratanews.polri.go.id – Palembang. Polisi akhirnya menguak kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang menimpa Melinda Zidoni (24) calon Pendeta di Ogan Komering Ilir yang terjadi pada hari Senin, (25/03/19).

Polda Sumsel menggelar press rilis kasus pembunuhan calon pendeta Melinda Zidemi, Jumat (29/3/2019) pukul 15.00.
Irjen. Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara selaku Kapolda Sumatera Selatan memimpin rilis yang turut menghadirkan kedua pelaku Nang (18) dan Hendri (20).

Dalam keterangan resmi Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mengatakan bahwa awal niat pelaku bukanlah membunuh korban. Kedua pelaku memang berniat memperkosa namun gagal karena korban sedang haid.

“Korban ini bukan diperkosa, hanya pencabulan dan langsung dibunuh,” jelas Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan pers di Polda Sumsel, Jumat (29/03/19).

Ia mengakui, semula, memang tim menemukan cairan diduga sperma. Tapi, ternyata, barang bukti tersebut merupakan air liur. Meskipun begitu, cairan itu telah dikirim ke Jakarta untuk memastikannya.
Ditambahkannya, korban yang merupakan biarawati memang tidak diperkosa. Hanya saja, pelaku melakukan pencabulan dengan menggunakan benda keras. Hal ini dibuktikan dari hasil visum. Dimana terjadi kerusakan di pada alat vital korban.

“Jadi mereka ini menggunakan tangan mereka,” papar Irjen. Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara.
Sementara untuk motif pembunuhan, salah satu tersangka mengaku membunuh karena sakit hati karena sebelumnya pernah mengungkapkan perasaan tapi ditolak.

Pelaku membunuh korban karena sakit hati pernah disebut jelek.

“Karena seperti kita tahu bahwa korban berwajah cantik. Sehingga tersangka Nang menaruh hati padanya. Namun ditolak korban dan mungkin ada kata-katanya yang secara tidak sengaja menyinggung perasaan tersangka,” jelas Jenderal bintang dua tersebut.

Diketahui, penangkapan ini berawal dari informasi jika ada empat warga yang berada di lokasi tersebut. Polisi mengamankan keempat orang tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui dua diantaranya merupakan pelaku. Keduanya pun mengakui perbuatannya.

Polisi pun langsung meminta kedua pelaku untuk menunjukkan sejumlah barang bukti. Hingga akhirnya, ditemukan karet ban, hasil belanja korban dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Akibat perbuatannya kedua pelaku ini dijerat pasal berlapis, yakni pembunuhan diserta pencabulan dengan ancaman hukuman mati,” tutup Kapolda Sumsel.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password