Polda Jatim Ungkap Penyeludupan Empat Ekor Komodo di Surabaya

Tribratanews.polri.go.id. – Surabaya. Kali ini Polda Jatim berhasil mengungkap perdagangann jualbeli satwa dilindungi. Ada empat ekor komodo selundupan yang berhasil diamankan disebuah rumah di Surabaya dalam keadaan hidup yang asal Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol. Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, temuan empat komodo tersebut merupakan hasil penindakan kasus penyelundupan satwa dilindungi oleh Subdit Tipidter pada hari Jumat, 22 Februari 2019 lalu.

“Subdit Tipidter yang dipimpin oleh AKBP Rofik telah melakukan penindakan di dua tempat di wilayah hukum di Jawa Timur, yakni di Surabaya. Dari penindakan itu tersebut ditemukan berbagai jenis satwa liar, baik dalam kondisi hidup maupun mati, terutama komodo,” terang Kombes Pol. Akhmad Yusep, Rabu (27/3/19).

Penemuan Komodo di rumah RSL (42) warga Surabaya. Setelah pihak Kepolisian melakukan penggeledahan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan terhadap RSL yang ditetapkan sebagai tersangka. Diketahui bahwa ia tidak sendiri dalam menjalankan perdagangan satwa dilindungi. Ada tiga tersangka lainnya yaitu VS (32), AN (32) dan AW (35) diduga berperan sebagai perantara perdagangan satwa liar jenis komodo yang diperoleh dari seseorang berinisial ED yang tinggal di Flores. ED sendiri seorang residivis kasus serupa, yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kelompok ini merupakan anggota jaringan penyelundupan satwa liar internasional setelah petugas kepolisian menemukan dokumen paspor dari tangan salah satu tersangka.

Sebelum dijual ke luar negeri, komodo selundupan tersebut dibawa dari habitat asalnya menuju Surabaya melalui jalur darat. Dengan menggunakan kendaraan jenis truk.

Para tersangka sudah menekuni bisnis jual beli komodo sejak tahun 2016 lalu. Dan hingga saat ini, sudah ada 41 ekor komodo yang dijual ke luar negeri. Nilai jual hewan jenis purba yang sangat dilindungi keberadaannya tersebut pun cukup fantastis, hingga mencapai Rp500 juta untuk per ekornya.

Tidak hanya hewan komodo, pihak Polda Jatim juga menemukan dan mendapatkan sejumlah satwa liar, diantaranya Binturong, Kakatua, Nuri, Kasuari, Perkuci dan bagian tubuh hewan yang telah diawetkan.

Atas perbuatanya para tersangka ini dijerat dan terancam dengan hukuman lima tahun penjara karena melanggar undang – undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

(ds/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password