Dua Saksi Terkait Kasus Dana Kemah Mangkir, Polisi: Kita Hadirkan Dengan Surat Perintah Membawa

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Adi Deriyan mengatakan bahwa penyidik kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Mantan Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah IR dan mantan Bendahara AF. Polisi mengancam akan menjemput paksa jika panggilan kali ini kembali tidak diindahkan, Kamis (14/3/19).

“Ya kita kan saat ini tahapannya sudah proses penyidikan. Ya kalau nanti dia tidak hadir tanpa alasan yang jelas ya kita akan hadirkan dengan surat perintah membawa,” tegas Dirkrimsus Polda Metro Jaya.

Setelah penghitungan kerugian negara selesai, Kombes Pol. Adi Deriyan menjelaskan, baru akan ditentukan kapan penyidik akan memanggil paksa kedua saksi tersebut.

“Nanti lah (pemanggilan paksa). Kita fokus dulu dalam hal penghitungan kerugian negara karena ketika itu sudah muncul, sudah nilainya disepakati oleh para auditor kita akan tetapkan tersangka,” ungkap Dirkrimsus Polda Metro Jaya.

Dikesempatan itu, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan mengatakan pihaknya belum menyiapkan surat perintah untuk penjemputan paksa.

“Kita sedang mempertimbangkan apakah terhadap saksi yang tidak datang mau di panggil ulang atau diterbitkan surat perintah membawa karena sudah dua kali tidak datang dengan alasan yang tidak jelas. Karena mereka yang tidak datang ini adalah pihak-pihak yang langsung terlibat dalam penyalahgunaan dana tersebut,” ungkap Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Diketahui, AF dan IR sudah dipanggil sebanyak dua kali untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dana kemah. Namun kedua orang itu berhalangan hadir dengan alasan sedang berada diluar kota.

Kasus dana kemah ini menyeret eks Ketum PP Pemuda Muhammadiyah DAS. Polisi mendalami dugaan korupsi dalam dana kemah dan adanya mark-up data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Polisi menyebut dugaan penyimpangan ini baru ditemukan di LPJ Pemuda Muhammadiyah, sedangkan di LPJ GP Ansor tak ditemukan penyimpangan.

Pemuda Muhammadiyah juga sempat mengembalikan uang Rp 2 miliar kepada Kemenpora. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp 2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan LHP BPK.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password