Polri Dalami Unsur Pidana Tabloid Indonesia Barokah

Tribratanews.polri.go.id, Jakarta – Peredaran tabloid ‘Indonesia Barokah’ yang menjadi perbincangan hangat baru baru ini mendapatkan respon Dewan Pers yang sudah memastikan tabloid tersebut bukan perusahaan pers.

Dari hasil pemeriksaan Dewan Pers terhadap tabloid tersebut. Dari sisi profesionalitas, tabloid itu bukan dibuat oleh pihak yang memiliki legitimasi sebagai pers. Karena itu, Dewan Pers membuka ruang bagi pihak yang merasa dirugikan oleh konten Indonesia Barokah untuk menempuh langkah di luar jalur pers.

“Kepada pihak yang merasa dirugikan oleh Indonesia Barokah, kami persilakan menggunakan undang-undang lain di luar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, karena dilihat dari sisi administrasi dan konten, Indonesia Barokah bukan pers,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

Disisi lain, Menyikapi adanya unsur pidana, Polri mengaku perlu mengkaji lebih dalam ada tidaknya unsur pidana tabloid tersebut dengan meminta keterangan kepada para ahli untuk menganalisis unsur mengucilkan pihak tertentu dalam konten yang dimuat.

“(Unsur pidana) ini kan masih perlu pengkajian nanti. Akan dimintakan keterangan apakah konten dan foto yang dimuat ada unsur mendiskreditkan, menjatuhkan, ataupun narasinya semua bohong,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di gedung Tribrata, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Karo Penmas menuturkan ada atau tidaknya unsur pidana sangat bergantung pada hasil analisis dari barang bukti yang didapatkan penyidik.

“(Pidana) itu bisa saja dikenakan. Jadi berdasarkan analisis barang bukti yang sekarang ini, sudah ada di tim dan bekerja sama dengan ahli,” imbuh dia.

Ditambahkan Brigjenp Pol Dedi Prasetyo, barang bukti yang dilampirkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi selaku pelapor di Bareskrim akan dipelajari penyidik.

“Tim akan pelajari (barang bukti dari BPN),” ucapnya.

Polisi juga akan menyelidiki asal-usul tabloid Indonesia Barokah itu. Penelusuran itu mencakup siapa yang membuat dan yang mengedarkan tabloid tersebut.

“Kepolisian akan menelusuri kembali di awal tabloid itu dibuat. Lalu dari mana awal tabloid dikirimkan. Ini akan didalami dan dianalisis,” tutupnya. (La/Sw/Hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password