Polda Jatim Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal di Kediri

Tribratanews.polri.go.id Kediri. Polda Jatim menggerebek pabrik kosmetik ilegal yang beromset ratusan juta di Kediri. Bahkan pabrik yang berdiri 2 tahun ini telah menyewa puluhan artis untuk memasarkan produknya.

Seorang pengusaha yang juga pemilik pabrik kosmetik dengan merek Derma Skin Care (DSC) menjadi tersangka dalam kasus ini. Ia berinisial KIL, 26 tahun, warga Kediri.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol. Ahmad Yusep Gunawan, Selasa, (04/12/18), mengatakan tersangka setiap harinya memproduksi kosmetik merek DSC di rumahnya dengan dibantu 20 karyawan.

“Usaha produksi kosmetik palsu berkedok jasa klinik kecantikan yang dijalankan setiap hari di rumah tersangka. Produk kosmetiknya sudah terkenal karena banyak artis disewa untuk pembuatan iklannya,”Kombes Pol. Ahmad Yusep .

Ditambahkan oleh Direskrimum Polda Jatim, bahwa artis-artis yang disewa untuk produksi iklan kosmetik buatan tersangka ini rata-rata tidak mengetahui kalau ternyata ilegal.

“Artis-artis ini tidak tahu kalau produk yang mereka endorse itu ternyata ilegal,” ujarnya.

Polisi berhasil menyita ribuan paket kosmetik bermerek Derma Skin Care palsu yang terdiri 20 item produk kosmetik yang tidak terdaftar di BPOM. Diantaranya ada Beauty Day Cream, Beauty Collagen Cream, dan lain sebagainya.

Selain itu polisi juga menyita puluhan alat kesehatan diantaranya berupa jarum suntik dan selang infus yang total berjumlah 84 buah.

Kepada penyidik Polda Jatim, tersangka membanderol kosmetiknya itu dengan harga lumayan mahal, mulai Rp350 ribu hingga Rp500 ribu perpaket. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual 750 paket dengan wilayah edar Surabaya, Jakarta, Bandung, Makassar, dan Medan.

Tersangka juga mengaku bahan yang digunakan untuk produksi kosmetiknya itu dari campuran sejumlah merek terkenal seperti Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 197 jo pasal 166 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara 15 tahun, serta denda maksimal Rp 1,5 miliar.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password