Bareskrim Polri Ungkap Tindak Pidana Penyalahgunaan Distribusi Gula Rafinasi

29f4e13a-3a31-488b-9b2f-c4a5464b07a9

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Wakil Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Kombes Pol Drs. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H Bareskrim Polri bersama Kombes Pol Drs. Syahardiantono, M. Si, menggelar Konferensi Pers Sekaligus publikasi barang bukti gula rafinasi di PT. PDSU Cilegon, Banten pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Cilegon AKBP Rizky Agung Prakoso, S.H, S.I.K, Direktur Praktik Niaga Wahyu Widayat, S.H., M.M., dan Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Ojak Simon Manurung.

Bareskrim Polri menjelaskan bahwa adanya pelanggaran perdagangan karena seharusnya gula rafinasi hanya di jual ke industri makanan dan minuman yang telah ditujuk sesuai dengan izin yang diberikan, naumun tersangka berinisial KPW terbukti melakukan pendistribusian ke toko-toko dan masyarakat.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Direktur Praktik Niaga Wahyu Widayat, S.H., MM bahwa, “Gula ranifasi kan lebih murah, makanya sama kementerian perdangangan tidak boleh karena akan mengganggu tata niaga. Maka pengurusan gula ranifasi dibuat ketat, hal ini akan membut gula konsumsi masyarakat goyang harganya dipasaran, akhirnya harga tak bersaing, petani jadi sedih.”

d428ad72-de15-4916-8e70-2962dc2ece8a

Tak sampai disitu, tersangka juga menggunakan surat perizinan tanpa diketahui si pemilik, yaitu S yang diketahui merupakan pengusaha UKM (Usaha Kecil Menengah) pembuatan gula batu di Kab. Purworejo dengan memalsukan kelengkapan perizinan TDI (Tanda Daftar Industri) yang semula kapasitas produksi tertulis sebesar 6.000 ton/tahun menjadi 60.000 ton/tahun. Dari penambahan jumlah ini tersangka meminta TW PT. PDSU (Permata Dunia Sukses Utama) dan ES PT. MT (Makassar Tene) berkerja sama dalam memenuhi distribusi gula kristal rafinasi.

“Penambahan angka ini menjadi dasar pengajuan jumlah importasi dan penerimaan dari tempat ini, seharusnya kuotanya hanya 6.000 jadi 60.000, nah ini dipasarkan kuotasi 60.000 ini berasal dari tempat ini (PT, Permata Dunia Sukses Utama) sebagai tempat produksi di Jakarta,” ujar Wadirtipideksus.

Dalam penyelidikannya Polri telah memeriksa 9 orang saksi dan 2 orang saksi ahli, selain itu barang bukti yang telah dikantongi Bareskrim Polri meliputi surat perizinan TDI/IUI, dokumen kontrak perjanjian, dokumen perusahaan, nota pembelian, surat pengiriman barang, 360ton gula rafinasi yang akan di distribusikan di Jakarta dan 100 ton di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tidak hanya itu, tim Kementerian Perdagangan juga telah mengamankan 44.75ton gula rafinasi yang diduga telah bocor ke pasar.

Tersangka akan dikenakan Pasal 106 JO 24 Ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan, Pasal 62 JO Pasal 8 Ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 263 Ayat (1) Ayat (1) dan (2) KUHP dan Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 Tentang TPPU JO Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

(er/sw/hy)

451dcfaf-e6ce-4eb6-8103-769441acf998

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password