SETELAH DI KLARIFIKASI OLEH WAKAPOLDA MASSA AKHIRNYA MEMBUBARKAN DIRI

tribratanews.polri.go.id,Poldasulbar,Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa Peduli Rakyat, yang terdiri dari BEM Unika, BEM Poltekkes, FPPS Mamuju, Hipermata, Ismei Sulselbar, HPMK Kabuloang, Ipmapus Cabang Mamuju, BEM Faperta Unika, BEM Teknik, PMII, HMI dan GMNI Cabang Mamuju. melakukan aksi di depan Mapolda Sulbar Jl. Ahmad Kirang. Senin (16/01/17) sekitar pukul 11.00 Wita.

Aksi tersebut sempat ricuh setelah Personil Polda yang diperkuat oleh Polres melarang massa untuk membakar ban, sehingga direspon langsung oleh massa dan terjadilah aksi saling dorong & lempar ban.

Menenangkan aksi tersebut, seluruh personil berusaha mengamankan beberapa anggota aksi. Namun akhirnya dilepaskan kembali oleh Personil dengan pertimbangan agar kegiatan tersebut tidak berlangsung anarkis.

Kegiatan aksi yang dipimpin oleh Ibnu Imat Totori tersebut sejatinya dilakukan karena disinyalir Kepolisian Daerah Sulbar berpihak kepada salah satu calon yang akan bertarung pada ajang pilkada.

Entah informasi dari mana yang mereka dapatkan? mereka tetap menuntut agar Polri tetap Netral dalam mengawal & mengamankan pesta Demokrasi, pihaknya juga menilai ada upaya politis di tubuh Polda Sulbar yang dituding memihak pada salah satu paslon di Pilgub Sulbar.

Lebih parahnya mereka menuding Kapolda Sulbar terindikasi melakukan Keberpihakan terhadap salah satu calon, padahal belum lama ini Kapolda Sulbar bersama Pejabat Gubernur dan Danrem 142 Tatag saat melakukan Kunjungan Kerja dengan tegas mengatakan akan menindak keras serta memerangi siapa saja pelaku yang melanggar pada ajang demokrasi termasuk anggota yang ada ditubuh Polri apabilah tidak Netral apalagi berpihak secara terang-terangan.

Dalam orasinya Aliansi Mahasiswa tersebut juga menuntut agar Kapolda Sulbar Mengeluarkan Surat Edaran Pada Jajarannya ( Polres dan Polsek Se-Sulbar ) Agar Netral Dalam Mengamankan Pilkada Sulbar, Netralitas Kepolisian Mengawal Pilkada Sulbar, Meminta Jokowi dan Kapolri (Polda Sulbar) Mencopot Kapolda yang Tidak Netral dalam Mengamankan Pilkada, Stop Tindakan Refresif Aparat Kepolisian, Terhadap Pekerja Sosial dan Mahasiswa, Cabut PP No. 60 Tahun 2016 Tentang Kenaikan Harga PNBP, Kembalikan Subsidi Listrik 900 VA dan Tolak Kenaikan Harga BBM.

Menyikapi hal tersebut Wakapolda Sulbar Kombes Pol Drs. Tajuddin, MH menemui massa dan mengklarifikasi isu yang berkembang di masyarakat. Pihaknya menegaskan bahwa sampai saat ini di pihak Polri tidak ada satupun personil yang dilaporkan melakukan politik praktis apalagi mendukung salah satu paslon, kami sudah bertekad akan memberikan tindakan kepada seluruh Personil yang tidak menjunjung tinggi Netralitas…ucapnya

Ditambahkan lebih lanjut kami yakin informasih yang berkembang hanyalah isu untuk memprovokatori masyarakat dan polri agar berpecah sehingga tidak ada saling kepercayaan. kami harapkan seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti ini….ungkapnya

mendengar hal tersebut akhirnya massa membubarkan diri dengan aman dan tertib.

 

 

dsc_0921

dsc_0928

HUMAS POLDA SULBAR

 

 

Admin Polri55935 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password