Sajam di Kalsel : Bawa Sajam ke Warung, Warga Desa Banua Hanyar Ditangkap Polisi

34847752_235926030498800_8611381889149698070_n

Tribratanews.polri.go.id – Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Polsek Pandawan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Minggu (1/7/2018) sekitar jam 02.00 wita.

Pelaku berinisial SRD (23) warga Desa Banua Hanyar Kec. Pandawan Kab. Hulu Sungai Tengah. SRD ditangkap petugas karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari senjata tajam tersebut.

“Kemarin malam, anggota dari Polsek Pandawan berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dan Polsek Jajaran dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana Atmojo.

34847752_235926030498800_8611381889149698069_n

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polsek Pandawan melaksanakan giat razia pekat. Saat melintas di Desa Banua Hanyar, petugas berhenti di sebuah warung dipinggir jalan untuk melakukan pemeriksaan.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan identitas dan dilanjutkan dengan penggeledahan badan terhadap semua orang yang berada didalam warung tersebut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas berhasil menemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau yang diselipkan dibelakang pinggang pelaku SRD.

Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Polsek Pandawan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau herder dengan panjang besi 16 cm, lebar besi 2,5 cm dan hulu terbuat dari kayu warna cokelat dengan panjang 9 cm lengkap dengan kompangnya terbuat dari kulit warna cokelat” jelas Sabana Atmojo.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana Atmojo.

Penulis    : Muhammad Husaini
Editor      : Raden Dwi Chandra Narisa
Publish    : Guntur Wahyudi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password