Polres Metro Jakarta Utara Ungkap Ribuan Miras Oplosan Palsu

Polrestro Jakut ungkap Miras

Pada hari Jum’at tanggal 6 April 2018 pukul 14.30 wib bertempat di Halaman Mapolres Metropolitan Jakarta Utara Jl. Yos Sudarso No.1 Koja Jakarta Utara. Press Conference Kepolisian Resort Metropolitan Jakarta Utara Mengungkap Peredaran ribuan botol Miras Oplosan di wilayah hukum Polres Metro Jakut, dalam kesempatan tersebut hadir Kapolres Metro Jakut Kombes Pol Reza Arief Dewanto SIK diwakili Kasat Reskrim AKBP Ferdiansyah SIK, Kasubbag Humas Kompol H.M Sungkono, para Kanit Reskrim Polres dan Polsek jajaran beserta anggotanya.

Ancaman sanksi tegas maupun denda besar kepada pengedar minuman keras oplosan / palsu, nampaknya masih belum membuat para oknum pengedar miras di wilayah Jakarta Utara jera, terbukti dengan masih ditemukannya miras oplosan yang masih beredar di kalangan masyarakat Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Reza Arief Dewanto SIK memerintahkan jajarannya untuk rutin merazia semakin intensif menggelar razia dan operasi pemberantasan miras di wilayah tugasnya masing-masing untuk meminimalisir peredaran miras di Jakarta Utara, langsung direspon oleh jajaran dengan menggelar razia miras maupun penyakit masyarakat lainnya di wilayah Jakarta Utara, berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras berbagai merk hingga miras lokal (putihan) oplosan dari beberapa warung yang berbeda.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakut menambahkan bahwa Keberhasilan dalam pelaksanaan razia tersebut merupakan peran aktif masyarakat dalam membantu pihak Kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat disita dari beberapa warung diantaranya milik YAB dan ST warga Jakarta Utara, razia minuman keras akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Utara, dengan cara itu, para penjual miras akan berkurang dan hilang.

Modus para pelaku diawali dengan pelaku YAD melakukan penjualan miras jenis CIU merupakan miras olahan yang tidak disertai dengan label kesehatan yang dikeluarkan oleh Badan POM dan Depkes, kemudian pelaku ST melakukan pengolahan dan penjualan miras buatan sendiri dengan mencampurkan Accent (perasa), Alkohol dan air serta pewarna yang kemudian di packing dengan menggunakan merk Vodka, Wiski dan Brandy, pelaku ST menjual minuman tersebut dengan harga Rp.500.000/dus (24 botol) kepada pelanggan dan warung-warung yang selanjutnya dijual ke masyarakat.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas sejumlah 4314 botol dengan rincian 1608 botol Ciu, 966 botol Anggur Rajawali, 439 botol Anggur Orang Tua, 916 botol Brandy, 39 botol Anggur Gingseng, 24 botol Mahkota Dewa dan 72 botol Breef Bear.

Kami Polres Metro Jakarta Utara mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu memberikan informasi tentang peredaran miras kepada Kepolisian, kami berharap masyarakat semakin pro aktif memberikan informasi, atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 62 UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen dan pasal 137 UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan 5 tahun penjara dan denda 2 Miliar rupiah.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password