Peneliti Pustral UGM Lilik Wachid : “Operasi Keselamatan Ini Wujud Komitmen Polri Menekan Angka Kecelakaan di Jalan

8 talkshow aditv

tribratanews.polri.go.id -PoldaDIY, di hari ke 4 pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2018, Polda DIY bekerjasama dengan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) menggelar Dialog Interaktif di Stasiun Televisi Adi-TV, kamis sore (8/3/2018). Dialog interaktif yang dipandu oleh Sdri. Eka Annisa menghadirkan Kasubdit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Ditlantas Polda DIY AKBP Sulasmi, S.H., dan peneliti Pustral UGM Lilik Wachid Budi Susilo, ST., M.T.

Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda DIY AKBP Sulasmi, S.H., mengatakan dalam rangka operasi Keselamatan Progo 2018 ini Jajaran Polda DIY dengan di backup dari TNI, Dishub, Jasa Raharja dan Satpol PP melaksanaka operasi terpusat selama 21 hari. Dari tgl 5 s/d 25 Maret 2018.

“Tetapi, sebelum pelaksanaan operasi, kita juga sudah lakukan sosialisasi melalui media cetak maupun elektronik. Operasi Keselamatan Progo 2018 Ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap atura lalu lintas sehingga dapat menekan angka fatalitas dan kecelakaan di jalan,” terangnya.

Menurut AKBP Sulasmi, ada beberapa faktor kecelakaan lalulintas yang sering terjadi salah satunya faktor hujan. “Kalau pengendara bermotor (ketika saat hujan) jangan berteduh di bawah pohon karena nanti ditakutkan tertimpa pohon. Nah inilah yang salah satunya kita sosialisasikan,” sambungnya.

Selain itu, menurut AKBP Sulasmi, pendidikan tentang keselamatan harus ditanamkan sejak dini melalui program yang dicetus Ditlantas yaitu Bermain Bersama Polantas (BBP).

“Selain itu pula, mohon kepada pengguna jalan agar berhati hati dan mematuhi rambu rambu saat berkendara. Kemudian pastikan kendaraan tersebut layak jalan. Dan juga jangan gunakan alat komunikasi waktu berkendara,” harapnya.

Sementara itu, Peneliti Pustral UGM Lilik Wachid Budi Susilo, ST., M.T., mengatakan bahwa Operasi Keselamatan Ini adalah wujud dari komitmen pihak Kepolisian dalam menekan angka pelanggaran yang mengarah ke kecelakaan. Selain itu pula, faktor Pendidikan keluarga juga penting. Jangan hanya mengandalkan Kepolisian saja dalam memberikan pendidikan berlalu lintas.

“Kita harus membuat budaya (tertib berlalulintas) dan ditanamkan dari usia muda. Dan (pemahaman) tentang etika berlalu lintas. Salah satunya dalam permohonan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Misalkan pemohon tersebut secara mental terlalu agresif dan emosional. Nah ini yang harus kita dorong regulasinya,” sambungnya.

“Bagaimana orang turun ke jalan itu bukan hak. Tapi itu kewajiban jika terjadi sesuatu dijalan maka dia harus bertanggung jawab terhadap kondisi atau peristiwa yang terjadi,” paparnya.

penulis : Gentur
editor : Alfian
publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password