Police Care, Bhabinkamtibmas Bripda Ulil Amri Santuni Warga Jompo di Desa Biang Loe

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Subhanallah kepedulian Bhabhinkamtibmas Desa Biangloe ini patut ditiru, Bripda Ulil Amri seorang Bintara Polri yang baru bertugas setahun lebih telah menunjukkan kulitas dan dedikasi sebagai Anggota Polri ditengah masyarakat, sesuai dengan Nawacita Presiden “Menghadirkan Negara Ditengah Masyarakat.”

Ditengah kesibukannya sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Biang Loe Bripda Ulil Amri juga rutin menyambangi warga di Desa Binaannya, Bripda Ulil mengunjungi salah satu warganya yang sudah Jompo dan istrinya yang tunanetra, Bripda Ulil memberikan sedikit bantuan untuk meringankan Biaya Hidup sehari hari Pasangan jompo ini, Senin (26/02/18).

Kakek tua Rammani umur 74 tahun awalnya mengalami usus turun kemudian dilakukan operasi setelah itu  sudah sehat kembali namun tidak lama kemudian   mengalami penyakit Asma sampai sekarang kurang lebih 3 bulan dan Istrinya Samsiah yang mengalami kebutaan kurang lebih 8 tahun, mereka tinggal di Kampung Landang, Desa Biangloe, Kec.Pa’jukukang, Kab. Bantaeng.

Apa yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Biangloe Bripda Ulil Amri dengan memberikan kepada warga jompo merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat bahwa Polisi adalah bagian dari masyarakat, selain itu hal ini juga sebagai upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi. Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Yoan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password