Coba Kabur dan Lawan Petugas, Dua Pelaku Begal Dihadiahi Timah Panas

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Panakakukang berhasil mengamankan dua orang   pelaku begal (Pencurian dengan kekerasan) yang sangat meresahkan warga, Selasa (27/02/18).

Pelaku curas masing–masing lelaki inisial RA alias (27) warga Jalan Nuri Makassar dan lelaki inisial RE (19) warga Jalan Nuri Makassar.

Artikel, Coba Kabur dan Lawan Petugas, Dua Pelaku Begal Dihadiahi Timah PanasKassubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Laode Idris menjelaskan kedua pelaku sering melakukan aksinya diwilayah hukum Polsek Panakkukang.

Pelaku terpaksa dilumpuhkaan dengan timah panas oleh resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Ipda Robert Hariyanto pada saat menunjukan beberapa TKP dimana pelaku sempat melawan petugas untuk melarikan diri.

Dari hasil introgasi pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan di Jalan  Meranti kec. Panakkukang pada bulan Februari 2018 mengambi sebuah tas yag berisi hp oppo A37 dan uang, Jalan Racing Center sekitar awal bulan Februari tahun 2017 berhasil mengambil sebuah tas warna coklat berisi surat2 penting korban.

Lanjut Kassubag Humas, BTP sekitar bulan 3 tahun 2017 berhasil mengambil tas kecil berwarna biru yang berisi HP Nokia dan di Jalan Urip Sumoharjo sekitar bulan 8 tahun 2017 berhasil mengambil tas samping korban yang berisi dompet dan uang Rp 100.000.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Apri

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password