Polres Bone Ringkus Delapan Komplotan Pencuri, Dua Diantaranya Ayah dan Anak

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resor Bone mengungkap komplotan pencuri rumahan yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Bone.

Sembilan pelaku berhasil ditangkap di berbagai tempat, diketahui bernama Sultan alias Uttang (41) warga Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Samsir Alias Anci (37) warga Desa Malaekana, Kecamatan Bajubodoa, Kabupaten Maros, Rusdi Rustam Alias Iwan (39) asal Jalan Sukaria Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakukang Kota Makassar dan Zainuddin Alias Cambang (35) warga Jalan Abu Bakar Lambogo, Kelurahan Barabarayya, Kecamatan Kerung-Kerung, Kota Makassar.

Kose (19),  Sahiruddin Alias Sahir (20), Salihin Alias Ardi (32), Muh Andi (19), Muh Asdar (15), masing masing warga BTN Minasaupa Blok AB, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Ipda Muhammad Arif, SH yang memimpin penangkapan itu mengatakan satu pelaku di serahkan ke Polres Jeneponto bernama Asdar, karena dari data yang dimiliki penyidik, Asdar tidak memiliki Tkp di wilayah hukum Polres Bone melainkan di wilayah Kabupaten Jeneponto.

“Asdar yang diduga pelaku pencurian kami serahkan ke Polres Jeneponto untuk menjalani proses hukum, karena  pelaku tersebut tidak memiliki TKP di Bone.” Tutur Ipda Arif.

Pengungkapan tersebut berawal dari hasil penyelidikan pihak Kepolisian, kurang sebulan pelaku akhirnya terkuak. Polisi berhasil membekuk Samsir di jalan sejiwa Kota Makassar, setelah dikembangkan, rekan pelaku bernama Sultan ikut ditangkap di rumah kontrakannya Jalan Inspeksi Kanal Hertasning, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Selasa (13/2/2018).

Aparat lalu menggali keterangan pelaku untuk mengungkap pelaku lainnya. Masih di Wilayah Hertasning aparat kembali berhasil mengamankan Syahril, Kose dan Asdar. Dari tangannya petugas menyita beberapa barang bukti yang diduga digunakan para pelaku melancarkan aksinya.

Tak sampai disitu, petugas berpakaian preman itu terus melakukan pengembangan dan lagi lagi menciduk Andi di jembatan merah Jalan Cendrawasih kota Makassar pada pukul 03.00 Wita dini hari. Ironisnya Andi diketahui merupakan anak kandung dari pelaku yang lebih dulu diamankan bernama Sultan.

Tim kemudian bergerak menuju ke wilayah Barabarayya dan mengamankan Zainuddin alias Cambang dan rekannya Iwan yang diciduk di rumahnya jalan Sukaria, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar.

Dari rentetan penangkapan tersebut pihak Kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa tiga bilah parang, dua buah linggis, dua buah pahat, satu buah rantai, lima ban mobil, delapan belas ban motor, sejumlah rokok berbagai merk, dua dos handbody lotion, minyak goreng, sabun cuci dan sabun mandi berbagai merk, satu unit mobil daihatsu xenia warna biru,
satu unit mobil Daihatsu Xenia warna merah maron berplat DD 1181 TU.

Kasat Reskrim Akp Hardjoko,SH saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan penangkapan komploton pencurian tersebut.

“Kami telah amankan delapan terduga pelaku pencurian dan saat ini telah menjalani proses hukum,” kata Akp Hardjoko

Sambung Kasat Reskrim, pelaku ini akan kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan tujuh tahun penjara,” tambahnya

Informasi yang dihimpun, satu dari sembilan pelaku yang berhasil dibekuk petugas bernama Sultan merupakan residivis yang sudah dua kali keluar masuk penjara dalam kasus yang sama yakni pencurian. (Husriandi)

Maraknya peristiwa kriminal akhir-akhir ini membuat masyarakat resah. Seiring dengan semakin sulitnya ekonomi karena krisis keuangan global yang mengakibatkan banyak perusahaan gulung tikar dan mem-PHK karyawannya, membuat pertumbuhan ekonomi terhambat bahkan di negara-negara maju sekali pun.

Tingkat perekonomian masyarakat semakin mengkhawatirkan. Pekerjaan sangat sulit didapat hingga banyak pengangguran dan kejahatan dimana-mana. Ini dapat dilihat dari banyaknya aksi pencurian, perampokan, penculikan, dan pembunuhan diberbagai tempat baik yang diekspos media maupun tidak.

Pencurian kini sudah tidak mengenal waktu dan tempat lagi, juga tidak terfokus pada malam hari saja, tetapi justru dilakukan di siang hari di tempat-tempat keramaian seperti bank, toko-toko (terutama toko emas), pegadaian, swalayan dan sebagainya. Ini menunjukkan betapa kreatifnya mereka dalam melakukan kejahatan tapi tidak demikian dalam melakukan pekerjaan yang halal. Seharusnya pemerintah bisa melihat setiap celah dari permasalahan yang ada di negara ini, terutama masalah maraknya kasus kejahatan pencurian ini. Lalu mengapa mereka mencuri? Apa faktor penyebab maraknya tindak pencurian akhir-akhir ini? Disalin dari prilianafud.blogspot.co.id, berikut beberapa faktor yaitu:

Faktor ekonomi

Faktor inilah yang paling sering disebut sebagai faktor timbulnya tindak pencurian. Faktor ini meliputi kondisi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Keadaan ekonomi sekarang membuat orang semakin frustasi akan persaingan dan di tambah lagi dengan meningkatnya biaya hidup sehari-hari. Banyak pengangguran merupaan akar dari pencurian dan perampokan, inilah yang harus kita waspadai. Uang memang bukan segalanya tapi uang dapat mendatangkan segalanya termasuk pencurian, perampokan, bahkan pembunuhan.

Perut kosong

Perut kosong juga merupakan penyebab kejahatan, hal ini berkaitan dengan faktor ekonomi (kantong kering) alias tidak punya uang. Ketika seseorang perutnya kosong maka naluri untuk mengisi perut  ada atau timbul. Karena perut merupakan salah satu sumber nafsu. Ketika naluri ini muncul namun tidak dibarengi dengan adanya uang untuk membeli makan, maka potensi kejahatan muncul.

Dampak urbanisasi

Yaitu derasnya arus perpindahan penduduk dari desa ke kota yang membuat persaingan hidup semakin ketat sehingga apapun dilakukan untuk bertahan hidup. Bisa kita lihat pencurian besar terjadi di perkotaan bukan di pedesaan atau di perkampungan. Faktor urbanisasi ini juga berhubungan dengan faktor ekonomi, karena faktor ekonomilah yang membuat orang melakukan urbanisasi.

Pengaruh teknologi

Pesatnya pertumbuhan teknologi serta berbagai produk elektronik canggih membuat orang menginginkan segala sesuatu secara instant meskipun dengan cara yang tidak benar. Kita dibuat untuk “butuh” terhadap berbagai macam teknologi terbaru. Misalnya telepon genggan harganyanya dibuat murah dan proses pembayaranya pun dibuat mudah ada yang bisa di cicil supaya kalangan menengah ke bawah dapat membelinya. Maka tidak heran jika kita sering melihat tukang becak, tukang ojek, kuli bangunan dan lain –lain, bahkan anak kecil pun sekarang sudah kenal dengan teknologi.

Kosong iman

Inilah faktor yang harus lebih kita waspadai. Iman merupakan pikik segala permasalahan atau penyebab kejahatan. Ketika seseorang kantong dan perutnya kosong tetapi imannya terisi, maka hasrat untuk berbuat kejaharan (mencuri) tidak ada. Namun sebaliknya walaupun kita punya banyak harta atau uang tetapi iman kita kosong, maka semuanya akan dilanggar.

Hukuman ringan

Orang tidak takut melakukan tindak pencurian karena ia tau hukuman dari perbuatannya itu akan ringan. Maka dari itu tidak heran jika angka pencurian terus meningkat. Berbeda dengan zaman dulu, hukuman yang dilakukan seperti penggal kepala, penyiksaan, pemotongan salah satu anggota badan dilakukan di depan umum untuk menakut-nakuti masyarakat.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password