Tim Sabata dan Dit Sabhara Polda Bali Bubarkan Trek-trekan di Pantai Pasut Tabanan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Tim Sabata bersama Direktorat Sabhara Polda Bali membubarkan aksi trek-trekan liar di Pantai Pasut, Banjar Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat dibubarkan, sejumlah joki lari meninggalkan sepeda motornya.

Kegiatan ini dipimpin Kasubdit Gasum Ditsabhara Polda Bali Kompol Ricko didampingi Kasi Turjawali Subdit Gasum Ditsabhara Polda Bali Kompol Dewa Made Sudiarsa. Sebanyak 24 sepeda motor yang bodynya sudah preteli berhasil diamankan dan dibawa ke Polres Tabanan. “Rata-rata motor yang diamankan tidak sesuai standar,” kata Kompol Ricko, Senin (12/2).

Kompol Ricko menjelaskan, pembubaran trek-trekan itu berawal dari laporan masyarakat bahwa di Pantai Pasut, Tabanan sering terjadi trek-trekan liar. Kemudian dilakukan penyelidikan oleh Tim Sabata dan menempatkan personel Ditsabhara berpakaian dinas dibeberapa titik sebagai akses keluar masuk di TKP.

“Setelah semuanya siap Tim Sabata dan Ditsabhara mulai membubarkan trek-trekan dan mengamankan motor yang dipakai balap liar. Kemudian dilakukan penyisiran dan menggeledah semua orang untuk mengetahui apakah ada orang yang membawa sajam atau membawa barang-barang yang berbahaya. Setelah itu, sepeda motor itu dibawa ke Polres Tabanan untuk diproses lebih lanjut,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Kadek Citra Suparwati menyampaikan, sebagian besar sepeda motor yang diamankan telah dimodifikasi sedemikian rupa. Bahkan banyak motor yang tidak sesuai dengan nomor mesin dan rangka mesin sehingga tidak terdaftar di Samsat Bali. “Hanya tiga kendaraan yang masih bisa teridentifikasi dan uji kelayakan motor juga banyak tidak standar,” tegasnya.

Dijelaskannya, penertiban ini dilakukan karena adanya keluhan masyarakat akan adanya aksi trek-trekan tersebut. Disamping itu areal Pantai Pasut bukan tempat balapan, hanya pasirnya saja yang agak padat sehingga areal tersebut diminati untuk dijadikan atraksi trek-trekan. “Apalagi banyak yang tak pakai pelindung kepala. Jangan sampai ada korban karena sebelumnya sudah ada dua korban yang meninggal,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang merasa motornya diambil silakan dicari ke Polres Tabanan dengan membawa kelengkapan STNK, SIM dan KTP. “Jika nanti ada yang tidak cocok maka akan di proses sesuai hukum yang berlaku. saat ini masih proses identifikasi,” terang AKP Kadek Citra Suparwati.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Swanjaya

Publish : Adhitya Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password