Polda Sulsel Rilis Pengungkapan Kasus Video Porno “Kakak Adik”

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Ditreskrimsus Polda Sulsel bersama Polda Jabar dan Dittipidsiber Bareskrim Polri berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebar video porno kakak adik yang bertemakan “Child Pornography”.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar rilis Ruang Rapat Ditreskrimsus Polda Sulsel, Senin (12/02/18). Kabid Humas didampingi Dirreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan.

Pelaku penyebaran video porno tersebut berinisial IT (26), mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Makassar, tercatat sebagai warga Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Ia diamankan dikediamannya, Kamis (8/2).

Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan alat bukti digital dan pemeriksaan saksi. Berdasarkan hasil pengembangan dan penelusuran jejak digital dari viralnya video porno “Child Pornography” ditemukan sebuah akun yang diduga mengubah URL (Uniform Resource Location)/link dari konten tersebut sehingga akhirnya dapat diakses dan tersebar didunia maya.

“Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku telah mengubah URL yang berisi konten video bermuatan pornografi anak tersebut sehingga dapat diunduh,” ucap Dicky.

Untuk diketahui kasus ini merupakan pengembangan dari kasus video “kakak adik” pembuatan film porno di Bandung, Jawa Barat antara 1 orang perempuan dewasa dan 2 orang anak kecil dibawah umur yang ditangani Polda Jabar dan Ditpidsiber Bareskrim Mabes Polri.

Dari penangkapan tersebut petugas menyita beberapa barang bukti diantaranya 1 buah laptop merk acer, 1 unit Hp, 2 hardisk eksternal, 1 hardisk internal, 1 buah memory card 2 Gb dan screen short alun facebook dan google drive yang telah diekspor kedalam flash disk.

Adapun pasal yang disangkakan adalah pasal 27 (1) Jo. Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau pasal 5 atau pasal 6 Jo. Pasal 31 dan 32 UU RI nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.

Yaitu setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan atau setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi atau setiap orang dilarang memperdagangkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki atau menyimpan produk pornografi diancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak satu miliar.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password