Kapal Angkut Wisata Diving Terbakar saat Berlabuh 1 Mil dari Bibir Pantai Pelabuhan Biak

Tribratanews.polri.go.id, Papua Polres Biak – Saat warga Biak sedang menanti-nantikan munculnya bulan purnama, namun karena cuaca sehingga tertutup awan gelap, ternyata ada musibah kebakaran yang terjadi di tengah laut. Kejadian itu menimpa Kapal Pesiar KM MSY Waow milik perusahaan Swiss, tepatnya I mil dari bibir pantai Pelabuhan Biak atau di pintu masuk lampu navigasi laut, sekitar pukul 22.00 WIT pada Rabu (31/1/2018).

Saat itu memang kondisi angin disertai hujan, Kapal wisata yang mengangkut sejumlah wisatawan asing ini masih berada di tengah laut, dan bergegas cepat untuk menghidupkan mesin, karena takut terseret oleh angin ke arah reef, namun naas kapal ini justru mengalami kejadian yang tidak terduga. Hal tersebut disampaikan Kasubsektor Kawasan Laut Ipda Muh. Bagus Irianto, SE saat ditemui diruang kerjanya siang tadi (1/2/2018).

IMG-20180202-WA0012

Dikatakan juga bahwa, saat kapal menghindari reef itu, asap tebal muncul dibelakang atau buritan kapal, tepat di ruang mesin. Capten kapal bernama Bambang pun memerintahkan ABK untuk menembakkan mercun sebagai kode SOS atau meminta pertolongan dari daratan. Selanjut ABK menelepon agen kapal untuk meminta bantuan tambahan. Agen Kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sub Sektor Kawasan Laut yang dipimpin oleh Ipda M Bagus Irianto. Saat itu juga langsung menindaklanjuti dan meminta bantuan kapal takbot milik Pertamina dan Malindo.

Lima orang personil yang dikerahkan kesana ditambah dengan tiga orang personil KPLP melakukan evakuasi kepada seluruh crew kapal ini. Bersamaan dengan itu pula turut membantu upaya pemadaman dari Tim SAR Biak, dan Tim Pol Air Polres Biak Numfor.

Tercatat 26 orang krew dan penumpang kapal yang mengangkut wisatawan khusus kegiatan diving itu. untungnya sejumlah wisatawan dari luar negeri tidak berada di atas kapal. Karena saat kejadian, seluruh penumpang memang berisitirahat di sejumlah hotel di daratan. Hanya ada 8 orang krew kapal yang stanby yang diamankan para personil saat melakukan evakuasi.

IMG_20180202_072617

“Segala upaya pemadaman dikerahkan, namun karena bahan kapal yang mayoritas dari kayu, cenderung mudah terbakar, kemudian kapal ini pun karam, pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIT, “jelas Ipda Bagus.

Ipda Bagus menambahkan dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil kapal ini tentu saja bernilai milyaran. Karena kapal ini adalah kapal wisata yang melakukan tujuan wisata diving ke beberapa tempat seperti Bali, Raja Ampat, dan beberapa tempat wisata lainnya. Meski milik orang Swiss namun kapal ini lanjut Bagus pemiliknya tinggal di Bali.

“Kalau jarak satu mil dari bibir pantai itu menjadi tugas dari Pol Air, seandainya diatas 12 mil jadi bagian Angkatan Laut, kita hanya menyisiri wilayah pelabuhan saja, ” pungkas Ipda Bagus. (*).

Penulis : Ruslan
Editor : Alfian Nur
Publish : Ruslan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password