Tega Cabuli Anak Kandungnya, FP Diamankan Polsek Maesa Bitung

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Seorang ayah berinisial FP (43), warga Kecamatan Maesa Kota Bitung tega mencabuli anak kandungnya sendiri, sebut saja Bunga (16). Perbuatan bejat FP terbongkar setelah korban menceritakan kejadian kepada sang ibu, Elvi.

Bak disambar petir di siang bolong, Elvi sangat terkejut, sedih bercampur geram mendengar kisah tersebut. Dirinya tak menyangka sang suami tega mencabuli darah dagingnya sendiri. Elvi lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Maesa, Sabtu (20/01/2018), siang.

Sesaat usai menerima laporan, personel piket segera mencari dan memburu pelaku. Tak butuh waktu lama, pelaku akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan lalu digelandang ke Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Di depan petugas, pelaku mengakui semua perbuatan bejatnya. Berdasarkan keterangan pelaku, pencabulan berawal pada bulan November 2017 silam, sekitar pukul 04.00 WITA, saat keduanya tidur di kamar yang sama.

Sejak kejadian ini, pelaku sering memukul korban, karena korban sering tidur di rumah tetangga. Diduga, pelaku memukul korban karena khawatir jika korban menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.

Kendati demikian, pelaku ternyata mengulangi perbuatannya, Sabtu (20/01/2018), sekitar pukul 04.30 WITA. Dini hari itu korban baru saja pulang dari acara pesta.

Korban tidur di kursi ruang tamu sedangkan sang ayah tidur di lantai ruang tamu. Sesaat kemudian, korban pindah tidur di samping pelaku. Pelaku lalu (maaf) meraba organ vital korban. Saat akan melanjutkan aksinya lebih jauh, tiba-tiba korban terbangun. Pelakupun mengurungkan niatnya.

Sementara itu ibu korban, yang bekerja sebagai karyawan katering menjelaskan, kejadian Sabtu dini hari itu terjadi ketika dirinya sedang bekerja menyiapkan katering di rumah seorang warga. Ditambahkannya, korban sudah hamil dua bulan.

Kapolsek Maesa, Kompol Moh. Kamidin membenarkan adanya laporan tersebut. “Pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih mendalam,” jelasnya. “Pelaku dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandas Kapolsek.

Penulis: Chresto
Editor: Alfian
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password