Seorang Warga Kampung Kendahe Sangihe Nekad Gantung Diri di Rumahnya

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Herson Pedorongan (45), warga Kampung Kendahe I, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumahnya, Jum’at (05/01/2018), sekitar pukul 18.30 WITA.

Isteri korban, Mariana Janis (50) menuturkan, sesaat sebelum kejadian korban mengkonsumsi minuman keras dan terlibat pertengkaran dengannya. Pertengkaran serupa pun sering kali terjadi diantara keduanya.

Pada Jum’at itu, lanjut Mariana, pertengkaran sudah terjadi 3 kali. Sekitar pukul 18.00 WITA, keduanya bermaksud mendatangi ibadah di rumah warga setempat. Sampai di sana ternyata ibadah sudah dimulai, keduanya lalu pulang.

Saat tiba di rumah, pertengkaran besar pun kembali terjadi. Mariana keluar rumah lalu duduk di halaman. Saat itulah, korban langsung mengunci dan memaku pintu dari dalam serta memadamkan lampu.

Mariana lalu meminta korban agar membuka pintu, jika tidak, sambungnya, ia akan melapor ke pihak kepolisian. Korban menjawab, tidak usah lapor polisi karena saya sudah mau mati.

Mendengar kalimat tersebut, Mariana berjalan memutar dari arah pintu samping lalu mendobrak pintu rumah. Saat lampu dinyalakan, ia mendapati korban di ruang tamu, sudah berdiri di atas kursi plastik yang disusun empat dan lehernya terlingkar tali yang diikat di balok rumah.

Melihat keadaan tersebut, Mariana bergegas keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Tak berapa lama, datang beberapa saksi, yakni Serma Hening Karoho (anggota Koramil Kendahe), Agustinus Sasiang dan Nely Wohang (perawat), lalu masuk ke rumah.

Serma Karoho langsung memotong tali di leher korban lalu menurunkannya. Sementara itu, Nely memeriksa denyut nadi korban dan menerangkan masih berdenyut. Sedangkan Agustinus memberikan pertolongan pertama berupa nafas buatan dan memompa dada korban.

Sayangnya, nyawa korban tak dapat diselamatkan. Korban lalu dievakuasi ke Puskesmas Kendahe untuk diperiksa. Pihak Puskesmas pun menyatakan, korban telah meninggal dunia.

Kapolsek Kendahe, Iptu R. H. Pakaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Hasil koordinasi dengan pihak medis, lanjutnya, ditemukan tanda-tanda bunuh diri pada korban, yakni lidah menjulur, luka bekas lilitan tali di leher dan kemaluan mengelurkan sperma. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan telah dibuatkan surat pernyataan,” pungkas Kapolsek.

Penulis: Nur
Editor: Alfian
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password