Mengharukan, Lihat Kakek Tua yang Kelaparan, Kasat Lantas Ini Segera Berlari Beli Makanan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dengan kerendahan serta ketulusan hati untuk berbagi sesama, inilah bentuk kepedulian Kasat lantas Polres Takalar AKP Supriadi memberi makan dan minum seseorang yang sudah tua disalah satu warung di Takalar, Selasa (2/1/18).

Saat Kasat Lantas hendak membeli air mineral disalah satu warung yang ada di kota Takalar. seketika seorang tua muncul dari jalan Jenderal Sudirman dengan wajah kusam serta terlihat lelah seakan perjalanan jauh yang telah ditempuhnya membuat dia haus serta kelaparan.

Saat itu Perwira berpangkat tiga balok ini tak tega melihat seorang tua yang kehausan serta kelaparan, seketika itupun ia bergegas membelikan makanan dan minuman di warung terdekat untuk orang tua ini.

“Saya tidak tega melihat seorang orang tua yang dalam keadaan lapar serta kehausan pada saat itu, mungkin inilah salah satu bentuk kepedulian buat saya sebagai manusia biasa untuk berbuat baik kepada sesama, semoga dengan keikhlasan kita berbagi sesama itu bisa mengurangi beban seorang, “ucap Kasat Lantas.

Dengan mengenakan Baju kaos warna biru dibalut kemeja kotak, Celana coklat bergaris, sarung yang dibuat sebagai pembungkus pakaian, serta sendal jepit dan topi hitam di kepala Orang tua tersebut dengan lahapnya memakan pemberian AKP Supriadi.

Memberi Makan merupakan sebuah adab yang sudah banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin di hari ini. Padahal di zaman ini banyak diantara kaum muslimin yang membutuhkan makan.

Memberi makan selain memiliki pahala besar, ia juga merupakan sebab kedekatan dan eratnya hubungan seorang muslimin dengan tetangga dan saudara serta kerabat-kerabatnya.

Memberi makan kepada manusia (apalagi kepada fakir miskin) merupakan tanda pedulinya seseorang kepada sesama manusia dan tingginya solidaritas. Tak heran jika Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam – menggelarinya sebagai “manusia terbaik”.

Dari Umar bin Al-Khoththob radhiyallahu anhu bahwa ia berkata kepada Shuhaib,

“Sesungguhnya engkau adalah seorang yang lelaki (yang hebat), andaikan bukan karena tiga perkara”. Shuhaib bertanya, “Apa tiga hal itu?” Umar berkata, “Engkau berkun-yah (menggunakan nama sapaan), sedang kau tidak memiliki anak. Kau menisbahkan diri kepada bangsa arab, sedang engkau termasuk orang Romawi dan pada dirimu terdapat sikap berlebihan dalam memberi makan”.

Shuhaib berkata, “Wahai Amirul mukminin; adapun ucapanmu, ” Engkau berkun-yah (menggunakan nama sapaan), sedang kau tidak memiliki anak”, maka sesungguhnya Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- telah memberikan kun-yah bagiku dengan “Abu Yahya” (Bapaknya Yahya). Adapun ucapanmu, ” Kau menisbahkan diri kepada bangsa arab, sedang engkau termasuk orang Romawi”, maka sesungguhnya aku berasal dari suku An-Namir bin Qosith. Aku pernah di tawan dari negeri Maushil setelah aku menjadi remaja yang telah mengenal keluarga dan nasabku. Adapun ucapanmu, “…pada dirimu terdapat sikap berlebihan dalam memberi makan”, maka sungguh aku pernah mendengarkan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

“Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yang memberi makan”. (HR. Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thobaqot (3/227) Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (no. 7739) Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (7310), dan lainnya. Hadits ini dinilai hasan-shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam dalam Shohih At-Targhib (no. 948)

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password