Polres Soppeng Ringkus 3 Pelaku Narkoba, Dua Diantaranya Kurir

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Bulukumba kembali meringkus tiga pelaku yang diduga melakukan penyalahguna narkotika jenis sabu-sabu, Jumat (29/12/17).

Penangkapan Pelaku dijalan Bakti Adiguna Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba berawal dari informasi dari masyarakat.

Andis (19) yang merupakan warga jalan Husni Tamrin Kelurahan Tanah Konkong Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba yang ditemukan di Jalan Bakti Adiguna Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba langsung di digeledah oleh petugas dan ditemukan 1 Sachet yg berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis shabu tersebut tepatnya disaku Jaket sebelah.

menurut pengakuan andis, barang tersebut diperoleh dari rekannya Akib (37) yang berdomisili di jalan Imam Bonjol Kelurahan Terang-Terang Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba.

petugas kemudian melakukan pencarian terhadap akib di jalan Imam Bonjol Kelurahan Terang-Terang Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba dan menemukan akib bersama rekannya Ai’ (24) warga Btn Puri Asri Desa Polewali Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba.

PhotoGrid_1514567024375-768x76

Dari hasil penggeledahan terhadap akib dan ai’ petugas menemukan 1 sachet yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis shabu yang telah dibuangnya saat melihat petugas datang.

penangkapan tersebut dipimpin oleh Kanit Opsnal Aipda Ashadi dan didampingi oleh Kanit Idik Sat Res Narkoba Bripka Ajis Safri,SH.MH.

“saat kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku berinisial XY yang merupakan pemilik narkotika shabu yang diedarkan oleh ai’ dan akib” tutur akp Akp Rujianto Dwi Poernomo,SIk.SH kasat narkoba polres bulukumba.

dari hasil penangkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa 2 Shacet yang berisi kristal bening diduga narkotika jenis shabu, 2 Buah korek gas api, 3 Buah dompet warna cokelat dan Uang Tunai senilai Rp. 336.000.

saat diperlihatkan semua barang bukti terhadap pelaku, pelaku mengakui barang tersebut dalah miliknya.

kini pelaku di amankan di mapolres bulukumba untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap XY yang merupakan bandar narkotika dikab.bulukumba guna memgungkap jaringan jaringannya” tutup akp rujianto.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis. Maupun sebagai korban penyalahgunaan narkoba, yakni seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam untuk menggunakan narkotika.

Narkoba pada dasarnya berfungsi sebagai obat atau bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan medis, pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun kemudian disalahgunakan di luar indikasi medis dan tanpa petunjuk atau resep dokter. Penyalahgunaan ini dikarenakan efeknya yang dapat menimbulkan rasa nikmat, rileks, senang, dan tenang.

Perasaan itulah yang dicari oleh para para pemakai meskipun setelah itu mereka seringkali merasa cemas, gelisah, nyeri otot, dan sulit tidur. Selanjutnya, karena digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama, pemakaian narkoba menimbulkan ketergantungan.

Dilihat dari sudut pandang kesehatan, maupun sosial, penyalahgunan narkoba sangatlah merugikan penggunanya, menjelma bahaya bagi kehidupan manusia, masyarakat, negara serta mengancam kelangsungan suatu generasi. Realita di atas relevan kita kaitkan dengan semakin menggilanya peredaran gelap narkoba yang telah melintasi batas-batas negara, menggunakan modus operandi yang sangat variatif, berteknologi tinggi, dan didukung oleh jaringan organisasi yang luas.

Peredaran narkoba yang luas itu, sudah memakan banyak korban baru. Para korban baru itulah yang kemudian menjadi pasar bagi para pengedar karena efek yang ditimbulkan dari barang-barang haram tersebut adalah ketagihan. Syahdan, tak hanya menjadi pengguna, mereka juga tergiur untuk menjadi pengedar narkoba. Peredaran gelap narkoba yang dilakukan dengan metode multi-level marketing dan terselubung itu seringkali luput dari perhatian kita.

Mengingat harganya yang terhitung tinggi serta didukung pasar yang sangat luas, “bisnis” ini tentu semakin menggiurkan banyak orang,  karena menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit, baik berperan sebagai produsen, pengedar, bahkan hingga kurir sekalipun.

Ya, Indonesia berpotensi menjadi pasar empuk para gembong narkoba, karena tidak hanya jumlah penyalahgunanya yang besar, kondisi geografis kita yang berpulau-pulau pun seolah menjadi “daya dukung” aksi peredaran narkoba di tanah air. Jalur udara, darat dan laut menjadi jalur paling rawan terhadap aksi penyelundupan narkoba ini, terutama yang berasal dari luar negeri.

Jika hal ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan aksi penyalahgunaan narkoba akan semakin meluas dan memakan korban lebih banyak lagi serta berekses pada hancurnya suatu generasi. Mengingat dampaknya yang sangat berbahaya itu, tentu kita semua akan sepakat untuk memerangi narkoba, dari hulu  (pemerintah) ke hilir (masyarakat)  sebagaimana selama ini kita memerangi tindak kejahatan lain, korupsi dan terorisme misalnya. Untuk menanggulanginya, diperlukan komitmen, kerja keras, sinergitas, koordinasi, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Penulis : Taufiq

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password